Nabi Muhammad SAW Belajar Al-Quran dari Orang Nasrani? Begini Bantahan Al-Quran

Jum'at, 04 November 2022 - 09:36 WIB
loading...
Nabi Muhammad SAW Belajar Al-Quran dari Orang Nasrani? Begini Bantahan Al-Quran
Orang-orang musyrik menuduh Nabi Muhammad menyampaikan dalil-dalil dalam Al-Quran, setelah beliau belajar dari orang lain. Foto/Ilustrasi: Dok. SINDOnews
A A A
Orang-orang musyrik menuduh Nabi Muhammad menyampaikan dalil-dalil dalam Al-Qur'an , setelah beliau belajar dari orang lain. Orang-orang musyrik itu menunjuk guru Nabi SAW itu adalah seorang lelaki Ajam beragama Nasrani . Dia adalah seorang pelayan atau budak milik salah satu puak dari kabilah Quraisy.

Lelaki itu seorang pedagang yang menjajakan barang-barangnya di Safa. Adakalanya Rasulullah SAW duduk dengannya dan berbincang-bincang dengannya mengenai sesuatu hal.

Orang tersebut berbahasa Ajam, tidak mengetahui bahasa Arab, atau hanya mengetahui sedikit bahasa Arab, menyangkut keperluannya yang darurat untuk berkomunikasi. Karena itulah Allah membantah tuduhan tersebut melalui firman-Nya:

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ

Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, "Sesungguhnya Al-Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)." Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedangkan Al-Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang. ( QS An-Nahl : 103)

Baca juga: Ahli Tafsir Mimpi yang Dipenjara Gara-Gara Bangkai Tikus

"Jadi mana mungkin Al-Qur'an yang bahasanya sangat fasih, berparamasastra sangat tinggi, dan mengandung makna-makna yang sempurna lagi mencakup segalanya merupakan buah dari pelajaran yang diterimanya! Dan mana mungkin dia belajar dari seorang 'Ajam (non-Arab)! Jelas hal ini tidak akan dikatakan oleh seorang yang berakal rendah pun," tulis Ibnu Katsir dalam tafsirnya .

Orang Nasrani
Perihal orang Ajam ini, Muhammad ibnu Ishaq di dalam kitab As-Sirah mengatakan, dahulu Rasulullah SAW sering duduk di Marwah di tenda (jongko) seorang budak beragama Nasrani bernama Jabar, dia adalah seorang budak milik seseorang dari Banil Hadrami. Hadis lain menyebit nama budak itu Ya'isy.

Sedangkan Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah mengajarkan kepada seorang penyanyi di Mekkah, namanya Bal'am, padahal dia berbahasa Ajam.

Orang-orang musyrik melihat Rasulullah SAW sering mengunjunginya, lalu mereka mengatakan, "Sesungguhnya dia diajari oleh Bal'am," Maka Allah menurunkan surat An-Nahl: 103 tersebut.

Riwayat lain, disampaikan Ad-Dahhak ibnu Muzahim. Ia mengatakan bahwa budak lelaki tersebut adalah Salman Al-Farisi. Ibnu Katsir mengatakan pendapat Ad-Dahhak ini lemah, karena ayat ini adalah ayat Makkiyyah, sedangkan Salman baru masuk Islam di Madinah.

Baca juga: Tafsir Al-Fatihah Ayat 4: Peringatan Tentang Hari Pembalasan

Ubaidillah ibnu Muslim mengatakan, "Dahulu kami mempunyai dua orang budak Romawi yang membaca kitab milik keduanya dengan bahasanya. Dan tersebutlah bahwa Nabi SAW mampir kepada keduanya, lalu berdiri dan mendengarkan bacaan yang dilakukan keduanya. Maka orang-orang musyrik mengatakan, "Muhammad sedang belajar dari kedua orang itu.' Maka Allah SWT menurunkan QS An-Nahl : 103."

Az-Zuhri telah meriwayatkan dari Sa'id ibnul Musayyab yang mengatakan bahwa orang yang melancarkan tuduhan ini adalah seorang lelaki dari kalangan kaum musyrik yang pernah bertugas menjadi juru tulis wahyu bagi Rasulullah SAW. Tetapi dia murtad sesudah masuk Islam, lalu ia melancarkan tuduhan ini.

Baca juga: Tafsir Al-Baqarah, Ada 4 Ciri dan Karakteristik Orang Kafir
(mhy)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1809 seconds (10.177#12.26)