Kisah Umar bin Khattab Ketika Madinah Mengalami Paceklik

Selasa, 09 Mei 2023 - 21:45 WIB
Umar Menggalang Bantuan

Melihat kondisi paceklik tersebut, Khalifah Umar tidak tinggal diam. Sebagai pemimpin umat Islam beliau pun turut merasakan apa yang dirasakan rakyatnya. Beliau menulis surat kepada wakil-wakilnya di Irak dan Syam untuk meminta pertolongan.

Kepada Amr bin Ash di Palestina, ia menulis: "Salam sejahtera bagi Anda. Anda melihat kami sudah akan binasa, sedang Anda dan rakyat Anda masih hidup. Kami sangat memerlukan pertolongan, sekali lagi pertolongan."

Tegas, lugas. Surat serupa juga dia kirim kepada Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Ubaidah bin Jarrah di Syam. Juga kepada Sa'ad bin Abi Waqqash di Irak. Kaum Muslim di berbagai wilayah pun bergegas mengulurkan bantuan.

Abu Ubaidah bin Jarah paling cepat memenuhi seruan Umar. Empat ribu unta bermuatan penuh bahan pangan segera dikirim. Dari Palestina, Amr bin Ash mengirimkan makanan lewat jalur darat dan laut.

Ada tepung dan lemak, bersama seribu unta. Dari Syam, Mu'awiyah juga mengirim tiga ribu unta, sedang Sa'd mengirim seribu unta bermuatan tepung. Mantel, selimut, dan pakaian turut dikirimkan bersama bahan pangan. Solidaritas terjalin kuat di kalangan Muslimin.

Kebijakan Umar dalam mengelola bantuan telah terorganisasi dengan baik. Sesampainya bantuan di Madinah, Umar menunjuk beberapa orang terpercaya untuk melakukan distribusi. Ia sendiri ikut turun membagikan makanan bagi penduduk Madinah.

Setiap berapa hari sekali, mereka sembelih hewan untuk dimakan bersama dengan orang banyak. Umar pun turut mengotori tangan untuk mengolah adonan roti bercampur zaitun. Setiap malam, para pejabat Umar berkumpul dan melaporkan segala sesuatu yang mereka alami siang harinya.

"Andai kata untuk meringankan beban rakyat saya harus membawakan perlengkapan kepada masing-masing keluarga di setiap rumah, lalu mereka saling membagi makanan sampai Allah memberi kelapangan, akan saya lakukan," ujar Umar menegaskan.

Ucapan beliau benar-benar dilaksanakan. Hampir setiap malam hari, Umar bin Khattab melakukan perjalanan secara diam-diam, dengan ditemani salah seorang sahabatnya Aslam, ia masuk keluar kampung. Ini yang ia lakukan untuk mengetahui bagaimana kehidupan rakyatnya. Umar khawatir akan jika ada hak-hak mereka yang belum ditunaikan oleh aparat pemerintahannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!