5 Faktor Penting dalam Membangun Karakter Anak Saleh
Sabtu, 13 Mei 2023 - 05:15 WIB
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat al-Qalam ayat 4,
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”
Demikian pula, latih kecerdasan logis anak supaya terus berkembang dengan baik. Kecerdasan otak merupakan anugerah Allah subhanahu wata’ala yang sangat istimewa. Ajarkan kepada anak tentang fondasi berpikir, berkarya, cara memahami sesuatu, cara mengenali sesuatu, dan cara menyelesaikan masalah.
Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:,
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”(QS al-Hujurat :13)
Oleh karenanya, orang tua harus menanamkan jiwa sosial yang baik dan keterampilan berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Salah satu caranya adalah dengan mengenalkan gaya komunikasi orang dewasa, atau melibatkan anak dalam komunikasi dengan orang dewasa. Selain itu, orang tua juga harus mengajarkan kepada anak tentang jiwa empati, rasa tanggung jawab, rasa saling peduli, dan semisalnya. Termasuk di dalamnya menanamkan rasa benci kepada hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wata’ala dan membiasakan amar makruf nahi mungkar dengan cara yang baik.
وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”
3. Wawasan Keilmuan dan Kecerdasan Logis
Hendaknya orang tua selalu memotivasi anak untuk mempelajari ilmu Islam. Mulai dari belajar membaca al-Quran, adab, doa dan zikir, tata cara shalat, hingga ilmu Islam lainnya. Pahamkan anak arti penting memelajari ilmu Islam. Ajarkan bagaimana cara mempelajari ilmu Islam.Demikian pula, latih kecerdasan logis anak supaya terus berkembang dengan baik. Kecerdasan otak merupakan anugerah Allah subhanahu wata’ala yang sangat istimewa. Ajarkan kepada anak tentang fondasi berpikir, berkarya, cara memahami sesuatu, cara mengenali sesuatu, dan cara menyelesaikan masalah.
4. Sosial dan Empati
Allah subhanahu wata’ala menciptakan manusia sebagai makhluk yang berbangsa, berkelompok, dan bersuku dengan tujuan agar mereka saling mengenal. Manusia adalah makhluk sosial.Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:,
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”(QS al-Hujurat :13)
Oleh karenanya, orang tua harus menanamkan jiwa sosial yang baik dan keterampilan berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Salah satu caranya adalah dengan mengenalkan gaya komunikasi orang dewasa, atau melibatkan anak dalam komunikasi dengan orang dewasa. Selain itu, orang tua juga harus mengajarkan kepada anak tentang jiwa empati, rasa tanggung jawab, rasa saling peduli, dan semisalnya. Termasuk di dalamnya menanamkan rasa benci kepada hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wata’ala dan membiasakan amar makruf nahi mungkar dengan cara yang baik.
5. Kesehatan dan Penampilan
Membiasakan anak dalam menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan badan, menjaga makanan yang berkualitas, olah raga, dan aktivitas semisalnya yang dapat membangun kesehatan dan kekuatan tubuh.Lihat Juga :