5 Faktor Penting dalam Membangun Karakter Anak Saleh

Sabtu, 13 Mei 2023 - 05:15 WIB
Keimanan adalah perkara atau faktor terpenting dalam membangun karakter anak saleh. Mulai dari mengenalkan bahwa manusia itu makhluk sehingga ada yang menciptakan. Foto ilustrasi/ist
Ada 5 faktor penting yang harus diperhatikan setiap orang tua dalam membangun karakter anak saleh . Faktor-faktor tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses membangun karakter anak dalam Islam. Perkara apa saja?

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut faktor atau perkara yang harus diperhatikan para orang tua sehingga dapat mewujudkan cita-cita memiliki anak keturunan yang saleh dan saleha , yakni:

1. Keimanan

Keimanan adalah perkara terpenting dalam membangun karakter anak shaleh. Mulai dari mengenalkan bahwa manusia itu makhluk sehingga ada yang menciptakan. Allah subhanahu wata’ala Maha Melihat. Allah subhanahu wata’ala Maha Mendengar. Allah subhanahu wata’ala yang akan menjaga kita. Allah subhanahu wata’ala yang akan membantu kita.



Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat al-Baqarah ayat 29,



هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا


“Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu.”

Demikian pula menanamkan keimanan tentang nabi Muhammad sebagai utusan Allah subhanahu wata’ala.

2. Akhlak

Akhlak menjadi bagian penting dalam mewujudkan anak saleh dan saleha. Seperti melatih anak untuk menjaga kehormatan diri, santun, sopan kepada orang yang lebih tua, sayang kepada yang lebih muda, bersabar, menjaga ucapan, dan akhlak mulia lainnya.

Teladan orang tua adalah kunci utama dalam membangun aspek akhlak pada karakter anak. Orang tua harus bisa menjadi contoh yang baik bagi anak. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang memiliki akhlak karimah sehingga menjadi teladan bagi seluruh manusia.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat al-Qalam ayat 4,

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ


“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”

3. Wawasan Keilmuan dan Kecerdasan Logis

Hendaknya orang tua selalu memotivasi anak untuk mempelajari ilmu Islam. Mulai dari belajar membaca al-Quran, adab, doa dan zikir, tata cara shalat, hingga ilmu Islam lainnya. Pahamkan anak arti penting memelajari ilmu Islam. Ajarkan bagaimana cara mempelajari ilmu Islam.

Demikian pula, latih kecerdasan logis anak supaya terus berkembang dengan baik. Kecerdasan otak merupakan anugerah Allah subhanahu wata’ala yang sangat istimewa. Ajarkan kepada anak tentang fondasi berpikir, berkarya, cara memahami sesuatu, cara mengenali sesuatu, dan cara menyelesaikan masalah.

4. Sosial dan Empati

Allah subhanahu wata’ala menciptakan manusia sebagai makhluk yang berbangsa, berkelompok, dan bersuku dengan tujuan agar mereka saling mengenal. Manusia adalah makhluk sosial.

Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:,

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا


“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”(QS al-Hujurat :13)
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
Hadits of The Day
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  Makan sahurlah kalian, karena (makan) di waktu sahur itu mengandung barakah.

(HR. Muslim No. 1835)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More