Keutamaan Rukiah Diri Sendiri dan Doa yang Diajarkan Nabi

Minggu, 14 Mei 2023 - 21:19 WIB
أَلاَ أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِى الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ » . فَأَخَذَ بِيَدِى فَلَمَّا أَرَدْنَا أَنْ نَخْرُجَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قُلْتَ لأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ . قَالَ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ) هِىَ السَّبْعُ الْمَثَانِى وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِى أُوتِيتُهُ »

Artinya: "Maukah aku ajarkan engkau surat yang paling mulia dalam Al-Qur'an sebelum engkau keluar masjid?" Lalu beliau memegang tanganku, maka ketika kami hendak keluar, aku berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, 'Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung dalam Al-Qur'an?" Beliau menjawab, "Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin (Surah Al-Fatihah), itulah As-Sab'ul Matsaani (tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam salat) dan bacaan yang agung (Al-Quran Al-Azhim) yang telah diberikan kepadaku." (HR Al-Bukhari 5006)

Dikisahkan dari Abu Said radhilallahu 'anhu berkata, sekelompok sahabat Nabi berangkat dalam suatu safar sampai beristirahat di suatu desa Arab. Dan mereka meminta untuk dijamu akan tetapi (penduduk desa) enggan melayaninya. Dan pemimpin desanya terkena sengatan binatang. Mereka berusaha (untuk mengobatinya) dengan segala hal akan tetapi tidak membuahkan hasil.

Sebagian mengatakan, "Bagaimana kalau kita mendatangi rombongan yang beristirahat tadi mungkin mereka mempunyai sesuatu, maka mereka mendatanginya seraya bertanya, "Wahai para rombongan pemimpin kami disengat binatang, dan kami telah berusaha mengobati dengan semua hal tapi tidak ada hasilnya. Apakah salah satu diantara kamu memiliki sesuatu (obat)? Sebagian rombongan mengatakan, "Ya demi Allah saya dapat merukiahnya. Akan tetapi demi Allah kami meminta jamuan dari kamu semua tapi kamu semua enggan. Maka saya tidak akan merukiahnya sampai kamu semua memberikan kepada kami upah. Maka mereka bersepakat memberikan seekor kambing."

Maka beliau pergi dan meludahi dengan sedikit air liur dan membacakan surat Al-Fatihah, maka (pemimpinnya) sembuh seperti hewan lepas dari tali kekangnya. Dan berjalan seakan tidak ada penyakitnya. Maka mereka memberikan upah seperti dalam kesepakatannya. Sebagian mengatakan, "Bagilah (upah tadi). Yang merukiah tadi mengatakan, "Jangan lakukan sampai kita mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan menyebutkan kondisi mereka dan memutuskan apa yang diperintahkan untuk kami."

Ketika sampai dan diceritakan kepada Nabi, maka beliau bertanya, "Dari mana kalian mengetahui kalau (Al-Fatihah) itu ruqyah. Kemudian beliau mengatakan, "Kamu benar, dan bagilah (upah tersebut) dan tolong saya diberi bagiannya bersama kamu semua. Maka beliau shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

2. Doa yang Diriwayatkan Imam Muslim dari Utsman bin Abil Ash

Utsman mengadukan sakit yang dirasakannya kepada Rasulullah semenjak masuk Islam. Maka Rasulullah berkata kepadanya: "Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang dirasa sakit. Bacalah tiga kali 'BISMILLAH', Lalu bacalah tujuh kali, 'A'UDZU BILLAHI WA QUDROTIHI MIN SYARRI MAA AJIDU WA UHAADZIRU'. (HR Muslim)

Baca "Bismillah" 3 kali dan lanjutkan dengan membaca doa berikut sebanyak 7 kali:

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ


A'uudzu bi 'izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!