Doa Agar Diberikan Jodoh dan Keturunan yang Baik
Minggu, 21 Mei 2023 - 06:35 WIB
Al-Quran terdapat ayat-ayat yang bisa dijadikan kalimat-kalimat doa untuk memohon kepada Allah SWT. Foto/Ilustrasi: Ist
Al-Quran terdapat ayat-ayat yang bisa dijadikan kalimat-kalimat doa untuk memohon kepada Allah SWT. Surah Al-Anbiya' ayat 89, misalnya, bisa dijadikan doa untuk memohon jodoh dan keturunan yang baik.
Artinya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik."
Dalam buku "Kumpulan Doa Sehari-Hari" yang diterbitkan Kementerian Agama (2013) dijelaskan bahwa pada ayat ini dikisahkan Nabi Zakaria berdoa kepada Allah SWT agar tidak hidup seorang diri. Kemudian Allah SWT mengabulkan doanya dan menganugerahkan seorang putra yang dikenal sebagai Nabi Yahya .
Allah SWT berfirman:
(Ingatlah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris. (QS Al-Anbiya': 89)
Maka, Kami mengabulkan (doa)-nya, menganugerahkan Yahya kepadanya, dan menjadikan istrinya (dapat mengandung). Sesungguhnya mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami. (QS Al-Anbiya': 90)
Baca juga: Kisah Nabi Zakariya Mendambakan Anak Saleh, Allah Karuniakan Nabi Yahya
رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ
Artinya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik."
Dalam buku "Kumpulan Doa Sehari-Hari" yang diterbitkan Kementerian Agama (2013) dijelaskan bahwa pada ayat ini dikisahkan Nabi Zakaria berdoa kepada Allah SWT agar tidak hidup seorang diri. Kemudian Allah SWT mengabulkan doanya dan menganugerahkan seorang putra yang dikenal sebagai Nabi Yahya .
Allah SWT berfirman:
وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ
(Ingatlah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris. (QS Al-Anbiya': 89)
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ ۖوَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَصْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَيَدْعُوْنَنَا رَغَبًا وَّرَهَبًاۗ وَكَانُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ
Maka, Kami mengabulkan (doa)-nya, menganugerahkan Yahya kepadanya, dan menjadikan istrinya (dapat mengandung). Sesungguhnya mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami. (QS Al-Anbiya': 90)
Baca juga: Kisah Nabi Zakariya Mendambakan Anak Saleh, Allah Karuniakan Nabi Yahya
Lihat Juga :