Banjir di Makkah: Kisah Seorang Anak Berenang Mengelilingi Kakbah
Selasa, 06 Juni 2023 - 17:36 WIB
Foto Al-Awadi berusia 12 tahun sedang berenang di Masjidilharam pada tahun 1941. Foto/Ilustrasi: saudigazette
Kisah ini terjadi pada 1941. Kala itu banjir melanda Tanah Suci , Makkah. Kakbah terendam air. Seorang pria asal Bahrain , melakukan Tawaf di sekitar Kakbah yang banjir.
Peristiwa ini didokumentasikan seorang fotografer. Dalam foto itu ada seorang anak tengah berenang mengelilingi Kakbah. Belakangan diketahui bocah itu berasal dari Bahrain. Dia adalah Al-Awadi. Kala itu, ia berusia 12 tahun.
Dia berkisah bahwa pada tahun 1941 itu banjir melanda Masjidilharam , dan air naik setinggi enam kaki, sehingga hampir tidak mungkin bagi siapa pun untuk melakukan tawaf .
Baca juga: Pra-Islam: Ada Sejumlah Kakbah Lain untuk Berhala di Dekat Mekkah
Mengingat tentang tawafnya yang dilakukan, Al Awadi mengatakan kepada televisi Kuwait Al-Rai pada tahun 2013, “Saya adalah seorang pelajar di Makkah pada saat kota suci itu menyaksikan hujan deras selama hampir satu minggu tanpa henti sepanjang siang dan malam."
"Hujan itu mengakibatkan banjir bandang menggenangi seluruh bagian kota suci. Saya melihat beberapa orang, kendaraan dan hewan hanyut terbawa banjir bandang dan beberapa rumah serta toko terendam.”
Al Awadi, bersama saudaranya Hanif dan dua temannya, pada hari terakhir hujan memutuskan untuk pergi ke Masjidilharam untuk melihat situasi.
“Guru kami Abdul Rauf dari Tunis juga menemani kami,” katanya sambil menambahkan bahwa sebagai anak-anak, mereka senang melihat mataf yang banjir. "Menjadi perenang yang baik, saya terkesan dengan ide melakukan Tawaf dan saudara laki-laki serta teman-teman saya juga bergabung dengan saya.”
Baca juga: Arab Pra-Islam: Hubal, Tuhan Impor yang Sangat Dipuja
Al Awadi mengungkapkan ketika mereka mulai berenang, seorang polisi mencoba untuk menghentikannya. Polisi khawatir anak-anak itu akan mencuri Hajar Aswad yang dipasang di salah satu sudut Kakbah. Selain itu, juga khawatir mereka akan tenggelam.
Peristiwa ini didokumentasikan seorang fotografer. Dalam foto itu ada seorang anak tengah berenang mengelilingi Kakbah. Belakangan diketahui bocah itu berasal dari Bahrain. Dia adalah Al-Awadi. Kala itu, ia berusia 12 tahun.
Dia berkisah bahwa pada tahun 1941 itu banjir melanda Masjidilharam , dan air naik setinggi enam kaki, sehingga hampir tidak mungkin bagi siapa pun untuk melakukan tawaf .
Baca juga: Pra-Islam: Ada Sejumlah Kakbah Lain untuk Berhala di Dekat Mekkah
Mengingat tentang tawafnya yang dilakukan, Al Awadi mengatakan kepada televisi Kuwait Al-Rai pada tahun 2013, “Saya adalah seorang pelajar di Makkah pada saat kota suci itu menyaksikan hujan deras selama hampir satu minggu tanpa henti sepanjang siang dan malam."
"Hujan itu mengakibatkan banjir bandang menggenangi seluruh bagian kota suci. Saya melihat beberapa orang, kendaraan dan hewan hanyut terbawa banjir bandang dan beberapa rumah serta toko terendam.”
Al Awadi, bersama saudaranya Hanif dan dua temannya, pada hari terakhir hujan memutuskan untuk pergi ke Masjidilharam untuk melihat situasi.
“Guru kami Abdul Rauf dari Tunis juga menemani kami,” katanya sambil menambahkan bahwa sebagai anak-anak, mereka senang melihat mataf yang banjir. "Menjadi perenang yang baik, saya terkesan dengan ide melakukan Tawaf dan saudara laki-laki serta teman-teman saya juga bergabung dengan saya.”
Baca juga: Arab Pra-Islam: Hubal, Tuhan Impor yang Sangat Dipuja
Al Awadi mengungkapkan ketika mereka mulai berenang, seorang polisi mencoba untuk menghentikannya. Polisi khawatir anak-anak itu akan mencuri Hajar Aswad yang dipasang di salah satu sudut Kakbah. Selain itu, juga khawatir mereka akan tenggelam.
Lihat Juga :