Mengenal Ariful Bahri, Dai Asal Indonesia yang Mengisi Kajian di Masjid Nabawi
Jum'at, 09 Juni 2023 - 17:35 WIB
Ustaz Ariful Bahri setiap hari mengisi kajian di Masjid Nabawi Madinah dengan bahasa Indonesia. Foto/Sucipto
Tak jauh dari pintu utama Masjid Nabawi Madinah tepatnya di Gate 19, seorang pria mengenakan sorban syimagh merah putih khas Arab Saudi ramai dikelilingi jemaah haji. Setiap selesai sholat fardhu Maghrib, pria ini menggelar kajiannya di Masjid Nabawi.
Ya, sudah menjadi kebiasaan di Masjid Nabawi setiap selesai sholat fardhu, selalu ada halaqah semacam pengajian yang dipimpin seorang Dai atau Syaikh. Suasana berbeda terlihat di pintu 19 dimana jemaah yang mengikuti kajian Syaikh itu mayoritas orang Indonesia.
Setelah diselidiki rupanya pengisi kajiannya adalah seorang laki-laki asal Indonesia. Namanya Ustaz Ariful Bahri, warga Indonesia asal Riau yang sudah lama berkiprah mengajar di Masjid Nabawi.
Ustaz Ariful Bahri setiap hari mengisi kajian dengan bahasa Indonesia. Setiap bakda Maghrib hingga menjelang Isya, ia mengajarkan nilai-nilai keislaman kepada jemaah haji yang mayoritas merupakan orang Indonesia.
Ribuan jemaah tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan Ustaz Ariful. Ketika ditemui SINDOnews, beliau menceritakan awal mula mengajar di Masjid Nabawi. Kala itu, dirinya tengah menempuh kuliah S3 di Universitas Islam Madinah (UIM).
Pada 2019, Kampus UIM bekerja sama dengan pihak Masjid Nabawi mengirim mahasiswanya yang secara keilmuan mumpuni dan lancar berbahasa Indonesia untuk memberikan kajian di Masjid Nabawi. "Cara pemilihannya kami tidak tahu. Ini karunia Allah ya. Mungkin karena data-data kami kan sudah ada semua di UIM," katanya.
Setelah mendapat informasi bahwa namanya tercatat sebagai mahasiswa UIM yang lolos mengisi kajian di Nabawi, lulusan terbaik Fakultas Dakwah dan Ushuluddin ini diminta menghubungi salah seorang Syaikh di masjid tersebut yang mengurusi bagian dakwah.
"Waktu itu saya sedang liburan di Indonesia. Setelah Idul Adha langsung ke sini. Saya wawancara dengan syaikh terkait bahasa Arab, hafalan Al-Qur'an dan sebagainya," tuturnya.
Pria lulusan Doktor Bidang Aqidah itu biasa mengisi kajian di pintu (gate) 19. Saat musim haji kajiannya fokus seputar manasik haji. Sedangkan di luar musim haji kajiannya fokus dua hal, yaitu keutaman-keutamaan Kota Madinah dan sejarahnya.
"Seputar keutamaan-keutamaan Madinah dan sejarahnya. Saat musim haji seperti sekarang fokus soal manasik haji," kata Ariful.
Ya, sudah menjadi kebiasaan di Masjid Nabawi setiap selesai sholat fardhu, selalu ada halaqah semacam pengajian yang dipimpin seorang Dai atau Syaikh. Suasana berbeda terlihat di pintu 19 dimana jemaah yang mengikuti kajian Syaikh itu mayoritas orang Indonesia.
Setelah diselidiki rupanya pengisi kajiannya adalah seorang laki-laki asal Indonesia. Namanya Ustaz Ariful Bahri, warga Indonesia asal Riau yang sudah lama berkiprah mengajar di Masjid Nabawi.
Ustaz Ariful Bahri setiap hari mengisi kajian dengan bahasa Indonesia. Setiap bakda Maghrib hingga menjelang Isya, ia mengajarkan nilai-nilai keislaman kepada jemaah haji yang mayoritas merupakan orang Indonesia.
Ribuan jemaah tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan Ustaz Ariful. Ketika ditemui SINDOnews, beliau menceritakan awal mula mengajar di Masjid Nabawi. Kala itu, dirinya tengah menempuh kuliah S3 di Universitas Islam Madinah (UIM).
Pada 2019, Kampus UIM bekerja sama dengan pihak Masjid Nabawi mengirim mahasiswanya yang secara keilmuan mumpuni dan lancar berbahasa Indonesia untuk memberikan kajian di Masjid Nabawi. "Cara pemilihannya kami tidak tahu. Ini karunia Allah ya. Mungkin karena data-data kami kan sudah ada semua di UIM," katanya.
Setelah mendapat informasi bahwa namanya tercatat sebagai mahasiswa UIM yang lolos mengisi kajian di Nabawi, lulusan terbaik Fakultas Dakwah dan Ushuluddin ini diminta menghubungi salah seorang Syaikh di masjid tersebut yang mengurusi bagian dakwah.
"Waktu itu saya sedang liburan di Indonesia. Setelah Idul Adha langsung ke sini. Saya wawancara dengan syaikh terkait bahasa Arab, hafalan Al-Qur'an dan sebagainya," tuturnya.
Pria lulusan Doktor Bidang Aqidah itu biasa mengisi kajian di pintu (gate) 19. Saat musim haji kajiannya fokus seputar manasik haji. Sedangkan di luar musim haji kajiannya fokus dua hal, yaitu keutaman-keutamaan Kota Madinah dan sejarahnya.
"Seputar keutamaan-keutamaan Madinah dan sejarahnya. Saat musim haji seperti sekarang fokus soal manasik haji," kata Ariful.
Lihat Juga :