4 Cara Mengetahui Aib Diri Sendiri Menurut Islam, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang

Selasa, 07 Juli 2026 - 13:19 WIB
loading...
4 Cara Mengetahui Aib...
Bagi seorang muslim menilai aib sendiri lebih penting daripada menilai aib orang lain, tujuannya agar kita intropeksi diri menjadi pribadi yang lebih baik.. Foto ilustrasi/ist
A A A
Daripada mengumbar aib orang lain, lebih baik kita berusaha untuk menemukan aib. Melihat aib sendiri juga jauh lebih baik daripada melihat aib orang lain. Karena itu, bagi seorang muslim menilai aib sendiri lebih penting daripada menilai aib orang lain. Namun bukan berarti setelah kita tahu aib diri sendiri, jangan sampai hal itu tersebar keluar. Hal terpenting dari aib sendiri ini, kita intropeksi diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin, karya Ibnu Qudamah Almaqdisi disebutkan setidaknya ada empat cara atau langkah untuk menemukan aib sendiri ini. Antara lain sebagai berikut:

1. Duduklah di hadapan seorang syaikh atau ulama yang tajam mata batinnya dalam melihat aib jiwa dan bisa melihat cela yang tidak terlihat.

Syaikh tersebut akan memberitahukan aibnya dan cara menyembuhkannya. Syaikh seperti ini jarang ditemukan di zaman sekarang. Orang yang menemukan syaikh atau ulama seperti tipe di atas, maka dia sejatinya telah menemukan seorang dokter yang handal sehingga ia tidak meninggalkan syaikh tersebut.


2. Mencari teman yang jujur.

Teman yang jujur, akan peka mata batinnya dan tentu saja taat menjalankan syariat-syariat-Nya. Dia bisa menjadikan temannya itu sebagai pengawas atas dirinya untuk mengamati berbagai keadaan dan perbuatannya. Mengingatkannya terhadap akhlak dan perbuatan yang tidak disenangi.

Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu pernah berkata, “Semoga Allah merahmati orang-orang yang menunjukkan kepada kami aib-aib kami.”

Baca juga: Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an

Ketika Salman radhiyallahu'anhu datang, Umar bertanya kepadanya mengenai aib-aibnya. Lalu Salman berkata, “Aku mendengar bahwa engkau memakan dua lauk sekaligus, dan bahwa engkau memiliki dua pakaian indah, yaitu satu pakaian indah untuk siang hari dan satu pakaian indah untuk malam hari.”

Umar bertanya, “Apakah ada berita lain yang tidak kau dengar? Iya menjawab tidak. Lalu Umar bertanya lagi, “Kalau yang ini sudah diwakili oleh orang lain.”

Umar juga bertanya kepada Hudzaifah radhiyallahu'anhu. “Apakah aku termasuk orang-orang munafik?” Umar radhiyallahu'anhu bertanya demikian karena barangsiapa yang tingkat kesadarannya telah tinggi, maka ia semakin curiga terhadap diri sendiri.

Hanya saja, teman seperti ini sulit ditemukan karena sedikit sekali teman yang tidak menjilat sehingga ia mau memberitahukan aib, atau yang tidak dengki, sehingga ia tidak memberitahukan melebihi yang wajib. Dahulu, generasi salaf sangat senang terhadap orang yang mengingatkan aib mereka. Namun sekarang, orang yang paling sering dibenci adalah orang yang memberitahukan aib kita.

Hal di atas (benci kepada orang yang mengingatkan aib kita), merupakan bukti lemahnya iman kita, karena akhlak yang buruk itu seperti kalajengking. Seandainya ada orang yang mengingatkan kita akan adanya kalajengking di balik pakaian salah seorang di antara kita, maka kita akan memberinya penghargaan dan sibuk membunuh kalajengking itu. Padahal akhlak yang buruk itu lebih besar bahasanya daripada kalajengking.

3. Mencari informasi tentang aib diri sendiri dari ucapan musuh

Karena pandangan kebencian itu akan mengungkapkan berbagai keburukan. Manfaat yang dipetik seseorang dari musuh sengit yang menyebutkan aib-aibnya itu lebih besar daripada manfaat yang dipetik dari seorang teman penjilat yang menutupi aib-aibnya.

4. Bergaul dengan banyak orang

Setiap hal yang ia lihat tercela di antara manusia itu ia hendaknya menjauhi.

Nah muslimah, senang dan berterima kasih karena orang lain sudah menyebutkan aib kita adalah sifat mulia yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang beriman. Dengan mengetahui aib sendiri, maka kita akan berusaha untuk selelau memperbaikinya.

Hanya saja, yang terkadang menjadi masalah adalah apakah kita siap jika ada teman akrab yang menunjukkan aib kita? Cara terbaik untuk menjadi ikhlas ketika ada orang lain yang menunjukkan aib kita adalah dengan bersyukur. Bersyukur kepada Allah Ta’ala karena Dia telah mengirimkan orang lain untuk menunjukkan aib kita. Jika kita sabar dan sadar bahwa aib kita memang harus dibuang dan segera memperbaiki diri, insya Allah kita akan merasa senang jika ada yang menunjukkan aib diri kita.

Baca juga: Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Gumpalan...
Ilmuwan Temukan Gumpalan Air Raksasa yang Hilang di Tengah Atlantik
Ilmuwan Menemukan Bukti...
Ilmuwan Menemukan Bukti Terkuat Tentang 'Gen Migrasi' Pada Burung
Gudang Es Pertama di...
Gudang Es Pertama di Dunia Ditemukan, Ilmuwan: Ini Penyelamat Iklim Bumi
Artikel Terkini
4 Cara Mengetahui Aib...
4 Cara Mengetahui Aib Diri Sendiri Menurut Islam, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
Infografis
Mencintai Sesama Muslim...
Mencintai Sesama Muslim Seperti Halnya Mencintai Diri Sendiri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved