Amalan bagi Wanita Haid agar Mendapat Keutamaan Bulan Muharram
Senin, 10 Juli 2023 - 21:02 WIB
Seorang muslimah yang sedang haid dan tidak dapat melaksanakan puasa sunah di bulan Muharram, akan tetap dapat pahala bila melakukan amal kebaikan. Foto ilustrasi/ist
Bulan Muharram bulan istimewa yang didalamnya banyak amalan-amalan sunnah yang dianjurkan diamalkan, tak terkecuali bagi perempuan yang sedang haid. Beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan pertama Hijriyah ini antara lain, memperbanyak puasa sunnah, menghidupkan puasa 'Asyura dan Tasu'a (9-10 Muharram) dan memperbanyak sedekah.
Sebagaimana keutamaan Muharram , Allah juga akan melipatgandakan pahala setiap amal saleh, maka memperbanyak sedekah termasuk menyantuni anak yatim merupakan amalan yang disukai Allah.
Allah Ta'ala berfirman :
"Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (sodaqah) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrah-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS. Al-Baqarah: 261)
Setiap muslimah yang taat beragama tentu akan bersedih ketika dia tidak mampu beribadah karena terhalang kodratnya. Siklus datang bulan (haid), yang terkadang tidak bisa dikendalikan. Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan, ada amal hati yang memberi peluang bagi muslimah untuk mendulang pahala. Amal itu adalah ridha terhadap ketetapan Allah. "Ketika anda merasa sedih karena terhalang untuk bisa menjalani ibadah bersama yang lain, kemudian anda bersabar dan ridha terhadap apa yang Allah tetapkan, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal Anda,"ungkapnya.
Ketika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melaksanakan haji wada’, beliau berangkat bersama para istrinya. Sebelum masuk kota Mekah, beliau singgah di Saraf. Di tempat ini, Aisyah menangis karena mengalami haid, sehingga beliau tidak bisa Umrah untuk tamattu’.
Sang suami yang baik – Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam – menjenguknya, menjumpai istrinya tercinta dalam keadaan menangis,
“Kamu kenapa? Apa kamu haid?” tanya suami.
Sebagaimana keutamaan Muharram , Allah juga akan melipatgandakan pahala setiap amal saleh, maka memperbanyak sedekah termasuk menyantuni anak yatim merupakan amalan yang disukai Allah.
Allah Ta'ala berfirman :
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (sodaqah) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrah-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS. Al-Baqarah: 261)
Setiap muslimah yang taat beragama tentu akan bersedih ketika dia tidak mampu beribadah karena terhalang kodratnya. Siklus datang bulan (haid), yang terkadang tidak bisa dikendalikan. Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan, ada amal hati yang memberi peluang bagi muslimah untuk mendulang pahala. Amal itu adalah ridha terhadap ketetapan Allah. "Ketika anda merasa sedih karena terhalang untuk bisa menjalani ibadah bersama yang lain, kemudian anda bersabar dan ridha terhadap apa yang Allah tetapkan, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal Anda,"ungkapnya.
Ketika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melaksanakan haji wada’, beliau berangkat bersama para istrinya. Sebelum masuk kota Mekah, beliau singgah di Saraf. Di tempat ini, Aisyah menangis karena mengalami haid, sehingga beliau tidak bisa Umrah untuk tamattu’.
Sang suami yang baik – Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam – menjenguknya, menjumpai istrinya tercinta dalam keadaan menangis,
مَا لَكِ أَنُفِسْتِ » . قُلْتُ نَعَمْ . قَالَ « إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ ، فَاقْضِى مَا يَقْضِى الْحَاجُّ ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ
“Kamu kenapa? Apa kamu haid?” tanya suami.
Lihat Juga :