Kisah Lucu Penuh Ibrah, Seorang Arab Badui Tak Hafal Rakaat Sholat
Senin, 07 Agustus 2023 - 06:45 WIB
Kisah Arab Badui di zaman Nabi dan para sahabat selalu menampilkan hal-hal yang lucu dan unik, namun sarat dengan pelajaran berharga. Foto ilustrasi/ist
Kisah seorang Arab Badui yang tak mampu menghafal jumlah rakaat sholat termasuk kisah lucu yang penuh ibrah. Kisah ini diketengahkan dalam buku "100 Kisah Menarik Penuh Ibrah" karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi.
Seperti diketahui, orang-orang Arab Badui dikenal sebagai suku pengembara di jazirah Arab. Mereka tinggal di gurun pasir dan suka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain sembari menggembala kambing. Mereka belum mengerti tatakrama (adab) karena jauh dari ilmu agama, namun dikenal sangat berani dan setia.
Diceritakan, bahwa ada seorang Arab Badui masuk Islam di zaman Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anhu. Lalu Sayyidina Umar mengajarinya sholat seraya mengatakan: "Sholat Zhuhur empat rakaat, shalat Ashar empat rakaat, Maghrib tiga rakaat, Isya empat rakaat, dan Subuh dua rakaat."
Namun, orang Badui itu belum juga hafal. Sayyidina Umar mengulanginya lagi, tetapi tetap saja orang Badui itu tidak hafal bahkan terbalik-balik. Yang empat dibilang tiga dan yang tiga dibilang empat rakaat. Akhirnya, Umar membentaknya seraya mengatakan: "Orang Arab Badui biasanya cepat hafal syair, coba ulangi ucapan saya:
Sesungguhnya sholat itu empat kemudian empat.
Lalu tiga kemudian setelahnya empat rakaat.
Kemudian sholat Subuh dua jangan engkau lalaikan.
Setelah itu Umar bertanya kepadanya: "Sudahkah kamu menghafalnya?" Orang Arab Badui itu menjawab, "Sudah." Kata Umar, "Kalau begitu, pulanglah ke rumahmu sekarang."
Kisah ini memberi kita faedah betapa pentingnya menghimpun ilmu dalam bentuk syair atau manzhumah agar lebih mudah dihafal dan diulang-ulang sebagaimana dilakukan para ulama terdahulu dalam berbagai disiplin ilmu.
Kisah lainnya, seorang laki-laki Arab Badui ingin mengetahui keberadaan Allah 'Azza wa Jalla. Dengan penasaran yang tinggi, laki-laki itu mendatangi Rasulullah ﷺ dan mengutarakan pertanyaannya.
Seperti diketahui, orang-orang Arab Badui dikenal sebagai suku pengembara di jazirah Arab. Mereka tinggal di gurun pasir dan suka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain sembari menggembala kambing. Mereka belum mengerti tatakrama (adab) karena jauh dari ilmu agama, namun dikenal sangat berani dan setia.
Diceritakan, bahwa ada seorang Arab Badui masuk Islam di zaman Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anhu. Lalu Sayyidina Umar mengajarinya sholat seraya mengatakan: "Sholat Zhuhur empat rakaat, shalat Ashar empat rakaat, Maghrib tiga rakaat, Isya empat rakaat, dan Subuh dua rakaat."
Namun, orang Badui itu belum juga hafal. Sayyidina Umar mengulanginya lagi, tetapi tetap saja orang Badui itu tidak hafal bahkan terbalik-balik. Yang empat dibilang tiga dan yang tiga dibilang empat rakaat. Akhirnya, Umar membentaknya seraya mengatakan: "Orang Arab Badui biasanya cepat hafal syair, coba ulangi ucapan saya:
Sesungguhnya sholat itu empat kemudian empat.
Lalu tiga kemudian setelahnya empat rakaat.
Kemudian sholat Subuh dua jangan engkau lalaikan.
Setelah itu Umar bertanya kepadanya: "Sudahkah kamu menghafalnya?" Orang Arab Badui itu menjawab, "Sudah." Kata Umar, "Kalau begitu, pulanglah ke rumahmu sekarang."
Kisah ini memberi kita faedah betapa pentingnya menghimpun ilmu dalam bentuk syair atau manzhumah agar lebih mudah dihafal dan diulang-ulang sebagaimana dilakukan para ulama terdahulu dalam berbagai disiplin ilmu.
Kisah lainnya, seorang laki-laki Arab Badui ingin mengetahui keberadaan Allah 'Azza wa Jalla. Dengan penasaran yang tinggi, laki-laki itu mendatangi Rasulullah ﷺ dan mengutarakan pertanyaannya.
Lihat Juga :