Kisah Khaulah Menggugat Rasulullah SAW dan Turunnya Surat Al-Mujadilah Ayat 1-4
Minggu, 20 Agustus 2023 - 17:30 WIB
Surat Al-Mujadilah ayat 1 sampai 4 turun sehubungan dengan kasus antara Aus bin Shamit dengan istrinya, Khaulah binti Tsalabah. Foto/Ilustrasi: SINDOnews
Surat Al-Mujadilah ayat 1 sampai 4 turun sehubungan dengan kasus antara Aus bin Shamit dengan istrinya, Khaulah binti Tsa'labah , ketika Aus berkata kepada istrinya: "Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku."
"Pada zaman jahiliah, apabila seorang laki-laki mengucapkan kata-kata seperti ini kepada istrinya berarti dia sudah mengharamkan istrinya bagi dirinya (menalaknya)," tulis Abdul Halim Abu Syuqqah dalam bukunya berjudul "Tahrirul-Ma'rah fi 'Ashrir-Risalah" yang diterjemahkan Drs. As'ad Yasin menjadi "Kebebasan Wanita" (Gema Insani Press, 1998). Oleh karena itulah Khaulah pergi menemui Rasulullah SAW untuk mengajukan gugatan mengenai perkara dengan suaminya ini.
Dia berkata: "Demi Yang menurunkan Al-Kitab kepadamu, dia (Aus) tidak pernah menyebut kata-kata talak ... Ya Allah, aku mengadukan kepadamu betapa gundahnya batinku dan alangkah beratnya bagiku berpisah dengannya. Ya Allah, turunkanlah melalui lidah Nabi-Mu suatu pemecahan terhadap masalah yang kami hadapi ini."
Baca juga: Asbabun Nuzul Surat Al Waqiah Lengkap
Maka turunlah Surat Al-Mujadilah ayat 1 sampai 4 yang sekaligus merupakan jalan keluar bagi masalah yang dihadapi oleh Khaulah dan suaminya. Berikut bunyi ayat tersebut:
Qad sami'al laahu qawlal latii tujaadiluka fii zawjihaa wa tashtakiii ilal laahi wallaahu yasma'u tahaawurakumaa; innal laaha samii'um basiir
Allaziina yuzaahiruuna minkum min nisaaa'ihim maa hunnaa ummahaatihim in ummahaatuhum illal laaa'ii waladnahum; wa innaahum la yaquuluuna munkaram minal qawli wa zuuraa; wa innal laaha la'afuwwun ghafuur
"Pada zaman jahiliah, apabila seorang laki-laki mengucapkan kata-kata seperti ini kepada istrinya berarti dia sudah mengharamkan istrinya bagi dirinya (menalaknya)," tulis Abdul Halim Abu Syuqqah dalam bukunya berjudul "Tahrirul-Ma'rah fi 'Ashrir-Risalah" yang diterjemahkan Drs. As'ad Yasin menjadi "Kebebasan Wanita" (Gema Insani Press, 1998). Oleh karena itulah Khaulah pergi menemui Rasulullah SAW untuk mengajukan gugatan mengenai perkara dengan suaminya ini.
Dia berkata: "Demi Yang menurunkan Al-Kitab kepadamu, dia (Aus) tidak pernah menyebut kata-kata talak ... Ya Allah, aku mengadukan kepadamu betapa gundahnya batinku dan alangkah beratnya bagiku berpisah dengannya. Ya Allah, turunkanlah melalui lidah Nabi-Mu suatu pemecahan terhadap masalah yang kami hadapi ini."
Baca juga: Asbabun Nuzul Surat Al Waqiah Lengkap
Maka turunlah Surat Al-Mujadilah ayat 1 sampai 4 yang sekaligus merupakan jalan keluar bagi masalah yang dihadapi oleh Khaulah dan suaminya. Berikut bunyi ayat tersebut:
قَدۡ سَمِعَ اللّٰهُ قَوۡلَ الَّتِىۡ تُجَادِلُكَ فِىۡ زَوۡجِهَا وَ تَشۡتَكِىۡۤ اِلَى اللّٰهِ ۖ وَاللّٰهُ يَسۡمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ؕ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيۡعٌ ۢ بَصِيۡرٌ
Qad sami'al laahu qawlal latii tujaadiluka fii zawjihaa wa tashtakiii ilal laahi wallaahu yasma'u tahaawurakumaa; innal laaha samii'um basiir
اَلَّذِيۡنَ يُظٰهِرُوۡنَ مِنۡكُمۡ مِّنۡ نِّسَآٮِٕهِمۡ مَّا هُنَّ اُمَّهٰتِهِمۡؕ اِنۡ اُمَّهٰتُهُمۡ اِلَّا الّٰٓـىِٔۡ وَلَدۡنَهُمۡؕ وَاِنَّهُمۡ لَيَقُوۡلُوۡنَ مُنۡكَرًا مِّنَ الۡقَوۡلِ وَزُوۡرًاؕ وَ اِنَّ اللّٰهَ لَعَفُوٌّ غَفُوۡرٌ
Allaziina yuzaahiruuna minkum min nisaaa'ihim maa hunnaa ummahaatihim in ummahaatuhum illal laaa'ii waladnahum; wa innaahum la yaquuluuna munkaram minal qawli wa zuuraa; wa innal laaha la'afuwwun ghafuur
وَالَّذِيۡنَ يُظٰهِرُوۡنَ مِنۡ نِّسَآٮِٕهِمۡ ثُمَّ يَعُوۡدُوۡنَ لِمَا قَالُوۡا فَتَحۡرِيۡرُ رَقَبَةٍ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ يَّتَمَآسَّا ؕ ذٰ لِكُمۡ تُوۡعَظُوۡنَ بِهٖ ؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ
Lihat Juga :