Tadabbur An-Nur Ayat 11: Pelajaran dari Kasus Hoax yang Menimpa Istri Rasulullah
Minggu, 03 September 2023 - 16:37 WIB
4. "Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula)." Adanya kejahatan kolektif bukan berarte terbebas dari salah dan dosa pada setiap yang terlibat. Setiap orang atau pelakukanya yang terlibat akan mendapatkan dosa seukuran dengan peran yang dilakukannya. Dosa konseptor berbeda dengan dosa eksukutornya, begitu juga yang menjadi promotor dan donaturnya. Contohnya seperti kasus riba atau minuman khamar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ
"Allah mengutuk minuman keras, peminumnya, pemberi minum (orang lain), penjualnya, pemerasnya, pengantarnya, yang diantar kepadanya, dan yang memakan harganya." (HR Abu Daud dan Hakim, melalui Ibnu Umar)
عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا
وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
Dari Jabir ia berkata: "Rasulullah ﷺ telah melaknat orang-orang yang memakan riba, orang yang menjadi wakilnya (orang yang memberi makan hasil riba), orang yang menuliskan, orang yang menyaksikannya, (dan selanjutnya Nabi bersabda), 'mereka itu semua sama saja'." (HR Muslim)
5. Jangan melihat dosa dari besar dan kecilnya saja, karena itu hanya akan membuat kita cendrung memilah-milihnya bahkan menjadi pembenaran jika hanya dosa kecil yang dilakukan. Namun lihatlah siapa yang kita durhakai dan maksiati dari dosa dan kejahatan itu, Dialah Allah yang Maha Kuasa melakukan segala sesuatu. Baru kemudian melihat objek dan efek dari dosa atau kejahatan kita.
(Bersambung)!
Baca Juga: Tadabbur Surat An-Nur Ayat 10: Karunia Allah dalam Kasus Perzinaan Suami Istri
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ
"Allah mengutuk minuman keras, peminumnya, pemberi minum (orang lain), penjualnya, pemerasnya, pengantarnya, yang diantar kepadanya, dan yang memakan harganya." (HR Abu Daud dan Hakim, melalui Ibnu Umar)
عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا
وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
Dari Jabir ia berkata: "Rasulullah ﷺ telah melaknat orang-orang yang memakan riba, orang yang menjadi wakilnya (orang yang memberi makan hasil riba), orang yang menuliskan, orang yang menyaksikannya, (dan selanjutnya Nabi bersabda), 'mereka itu semua sama saja'." (HR Muslim)
5. Jangan melihat dosa dari besar dan kecilnya saja, karena itu hanya akan membuat kita cendrung memilah-milihnya bahkan menjadi pembenaran jika hanya dosa kecil yang dilakukan. Namun lihatlah siapa yang kita durhakai dan maksiati dari dosa dan kejahatan itu, Dialah Allah yang Maha Kuasa melakukan segala sesuatu. Baru kemudian melihat objek dan efek dari dosa atau kejahatan kita.
(Bersambung)!
Baca Juga: Tadabbur Surat An-Nur Ayat 10: Karunia Allah dalam Kasus Perzinaan Suami Istri
(rhs)
Lihat Juga :