Ummu Umarah, Shahabiyah Pejuang Hak Asasi Pertama dalam Islam

Rabu, 06 September 2023 - 17:35 WIB
Ummu Umarah adalah panggilannya, ia bernama lengkap Nusaibah bin Kaab. Seorang muslimah yang menorehkan tinta emas dalam sejarah Islam .yang dikenal sebagai pejuang hak asasi dan perisai Rasulullah di medan perang. Foto ilustrasi/ist
Ummu Umarah adalah panggilannya, ia bernama lengkap Nusaibah bin Ka'ab . Seorang muslimah yang menorehkan tinta emas dalam sejarah Islam .

Ia berasal dari kalangan Anshar, suku Khazraj dari bani Mazin bin An-Najjar yang terlahir di kota Madinah. Beliau menikah dengan Zaid bin Ashim al-Mazini An-Najjari dan dikaruniai 2 putra, yaitu Abdullah dan Habib. Setelah Zaid meninggal, Ummu Imarah menikah dengan Ghazyah al-Mazini an-Najjari dan dikaruniai seorang anak bernama Khaulah.

Nusaibah adalah salah satu shahabiyah yang agung, ia mulai merasakan nikmatnya iman dan islam dari awal mula penyebaran Islam. Ia memutuskan untuk berbaiat kepada Rasulullah dan termasuk satu dari dua perempuan yang bergabung dengan 70 orang laki-laki Anshar pada Baiat Aqabah Kedua yang merupakan sumpah setia kaum muslimin untuk membela Rasulullah SAW dan Islam.

Dinukil dari kitab 'Nisaa' Haular Rasul' yang ditulis Mahmud Mahdi Al-Istanbuli dan Musthafa Abu Nashr Asy-Syalabi, disebutkan Nusaibah adalah salah satu shahabiyah yang dikenal dengan panggilan Ummu Umarah, putri dari Rabab binti Abdillah.

Ummu Umarah dianggap sebagai pejuang hak asasi pertama. Kenapa demikian? Suatu ketika, Ummu Umarah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasul Allah, mengapa Allah hanya menyebutkan laki-laki dalam Al-Qur’an?”. Kemudian turunlah Surat Al-Ahzab ayat 35 yang menjelaskan persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam amal saleh dan balasan masing-masingnya.

Firma Allah Ta'ala :

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلْخَٰشِعِينَ وَٱلْخَٰشِعَٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا


"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar". (QS Al Ahzab : 35)

Perisai Rasulullah di Medan Perang

Kisah heroik Nusaibah yang paling dikenang sepanjang sejarah adalah pada saat Perang Uhud, di mana ia dengan segenap keberaniannya membela dan melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Pada perang itu, Nusaibah bergabung dengan pasukan Islam untuk mengemban tugas penting di bidang logistik dan medis. Bersama para perempuan lainnya, Nusaibah ikut memasok air kepada para prajurit Muslim dan mengobati mereka yang terluka.

Di suatu kesempatan di perang Uhud ini, saat kaum Muslimin dilanda kekacauan karena para pemanah di atas bukit melanggar perintah Rasulullah SAW, nyawa beliau berada dalam bahaya. Ketika melihat Rasulullah menangkis berbagai serangan musuh sendirian, Nusaibah segera mempersenjatai dirinya dan bergabung dengan yang lainnya membentuk pertahanan untuk melindungi beliau.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!