Mengenal Pasukan Muslimah yang Ikut Berjuang di Medan Perang di Zaman Rasulullah SAW

Rabu, 18 Juni 2025 - 16:41 WIB
loading...
Mengenal Pasukan Muslimah...
Ada banyak Shahabiyah Nabi (sahabat Nabi dari kalangan perempuan) yang tercatat ikut berjihad di medan perang, salah satunya yang terkenal adalah sosok Laila Al-Ghifariyah radhiyallahu anha (wafat 40 H). Foto ilustrasi/ist
A A A
Dalam sejarah Islam , ada banyak Shahabiyah Nabi (sahabat Nabi dari kalangan perempuan) yang tercatat ikut berjihad di medan perang. Selain sosok Laila Al-Ghifariyah radhiyallahu 'anha (wafat 40 H), ada juga beberapa sosok shahabiyah Nabi lainnya.

Dikutip dari Kisah Anbiyaa, Imam at-Thabarani mengabarkan dari Ummu Sulaim radhiyallahu 'anha, dia berkata:

"Pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar berjihad dan ikut bersamanya sebilangan kaum wanita dari kaum Anshar. Maka merekalah yang memberikan minum kepada orang-orang yang sakit, memberi obat kepada orang-orang yang luka-luka." (Majmauz-Zawa'id 5:324)

Berikut Sosok-sosok Shababiyah Nabi ini:

1. Ummu Sulaim

Imam Muslim dan Tirmidzi juga memberitakan dari Anas dia berkata: "Pernah Rasulullah SAW keluar berjihad dengan membawa Ummu Sulaim dan beberapa orang wanita dari kaum Anshar yang ditugaskan untuk menyediakan air minum dan menguruskan orang-orang yang luka-luka dalam peperangan."

2. Ar-Rabik binti Mu'awwidz

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Ar-Rabik binti Mu'awwidz, dia berkata: "Kami pernah ikut Nabi shallallahu 'alahi wasallam keluar berjihad, lalu kamilah yang mengurus luka-luka para pejuang, dan mengangkat orang-orang yang gugur syahid ke kemah kami".

Berita lain darinya juga, katanya: "Kami pernah keluar dengan Nabi ke medan perang, dan kamilah yang memberikan minum kepada para pejuang, menguruskan semua keperluan mereka, dan mengangkat mereka yang mati terbunuh atau yang luka kembali ke Madinah."

3. Ummu Athiyah Al Anshariyah

Imam Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Ummu Athiyah Al-Anshariyah, dia berkata: "Aku pernah keluar berjihad bersama-sama Rasulullah sebanyak tujuh peperangan. Aku menjaga kemah-kemah mereka, memasak makanan buat mereka, mengobati orang-orang yang luka, dan membantu orang- orang tua yang sudah tidak terdaya lagi." (Al-Muntaqa)

Baca juga: Mengenal 20 Sahabat Nabi Muhammad SAW dari Kalangan Perempuan

4. Laila Al Ghifariyah

Imam at-Thabarani meriwayatkan dari Laila Al-Ghifariyah, dia berkata: "Aku pernah keluar berjihad bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan aku mengobati orang-orang yang terluka." (Maima'uz-Zawa'id 5: 32, 4)

5. Aisyah binti Abu Bakar

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas, dia berkata: "Pada hari peperangan Uhud ramai orang Islam terkocar-kacir dan terpisah dari Nabi. Dan aku lihat Aisyah binti Abu Bakar dan Ummu Sulaim tergesa-gesa membawa kantung Qirbah (terbuat dari kulit kambing) yang berisi air, memberi minum orang-orang yang dahaga dalam pertempuran itu. Sesudah habis mereka pergi lagi mengisi air dan memberi minum kepada tentara Islam yang berperang itu." (Baihaqi 9: 30)

6. Ummu Kultsum

Dari Tsaklabah bin Abu Malik bahwa Umar bin Khatthab telah membagi-bagikan kain antara kaum wanita, dan ada sisa sepotong kain yang agak baik sedikit, maka berkata orang-orang yang di sisi Khalifah Umar: "Wahai Amirul Mukminin! Kain potong yang lebih ini berikanlah kepada cucunya Rasulullah SAW yang menjadi istrimu -maksudnya Ummu Kultsum binti Ali.

Tetapi dijawab oleh Khalifah Umar: "Ummu Sulaith lebih berhak darinya (Ummu Kultsum), dan Ummu Sulaim seorang wanita Anshar, di antara yang membaiat Rasulullah SAW". Tambah Umar lagi: "Karena dia pernah memberi kita minum pada hari peperangan Uhud". (Kanzul Ummal 7: 97)

Abu Daud memberitakan dari Hasyraj bin Ziyad dari neneknya bahwa mereka pernah keluar berjihad bersama-sama Nabi di medan Hunain, dan mereka mengatakan: "Kami mendendangkan syair-syair yang memberi semangat kepada para pejuang membantu keperluan mereka, mengobati para pejuang yang luka, memberi mereka panah dan menyediakan bubur sawiq. Dari Abdul Razzak dari Az-Zuhri, dia berkata pula, bahwa kaum wanita ada yang menyaksikan pertempuran di medan perang, memberi minum para pejuang, mengobati mereka yang luka". (Fathul Bari 6:51)

Baca juga: Bagaimana Bentuk Jihad Wanita Masa Kini? Simak Penjelasannya di Sini!
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Belajar Cara Mengingat...
Belajar Cara Mengingat Kematian dari Sosok Hafshah binti Sirin
Rekomendasi
Kerak Bumi Terdeteksi...
Kerak Bumi Terdeteksi Terus-menerus Menurun, Ini Dampaknya
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
Arus Laut Bergeser,...
Arus Laut Bergeser, Perubahan Besar Ekosistem Bakal Terjadi di Bumi
Artikel Terkini
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
Kuat di Medan Perang,...
Kuat di Medan Perang, Senjata Buatan Indonesia Diakui Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved