Mengapa Israel Ngotot Menguasai Yerusalem? Ternyata Ini Rahasia Besarnya
Kamis, 12 Oktober 2023 - 05:10 WIB
Dome of the Rock dalam bahasa Arab disebut Masjid Qubbah as-Sakhrah. Dalam bahasa Ibrani disebut Kipat Hasela, dalam bahasa Turki disebut Kubbetas Sahra-adalah sebuah tempat ibadah umat Muslim yang berlokasi di Temple Mount, Yerusalem. Dome of the Rock dibangun antara Tahun 685 dan 691 Masehi, sebagai inisiatif Khalifah Ummayah, Abdul Malik Ibnu Marwan. Dua insinyur yang menangani pembangunannya adalah Yazin Ibn Salam dari Yerusalem dan Raja Ibn Haywah dari Baysan. Abdul Malik berharap bangunan itu kelak menjadi "rumah bagi umat Muslim yang melindungi dari panas dan dingin" dan bermaksud menjadikan bangunan itu sebagai tempat ziarah. Sebuah riwayat disebutkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah mendirikan sholat di sana, dan meletakkan sebuah batu.
Namun demikian, setiap kali nama Masjid Al-Aqsa muncul di pemberitaan media, baik media muslim ataupun media barat, maka Kubah as-Shakhrah-lah yang ditayangkan. Dengan sengaja penduduk dunia dimanipulasi untuk berpikir bahwa Kubah Shakhrah adalah Masjid Al-Aqsa, sehingga ketika Masjid Al-Aqsa yang sesungguhnya dihancurkan, tidak ada yang menyadarinya.
Penggalian Masjid Al-Aqsha
Sekarang mari kita buka mata, Zionis Israel tengah menyiapkan rencana jahatnya. Mereka diam-diam melakukan eskavakasi (penggalian) di bawah Masjid Al-Aqsa. Penghancuran masjid suci ini akan menjadi pertanda besar kedatangan Imam Muhammad Al-Mahdi di akhir zaman.
Apakah penggalian yang dilakukan di bawah Masjid Al-Aqsa itu adalah penggalian harta karun? Apakah harta karun terpendam" yang dimaksud masih dicari? Tidak, bukan itu tujuan penggalian itu. Karena harta karun itu telah ditemukan berabad-abad yang lalu, dan kita tahu siapa yang telah menemukannya.
Harta karun yang dimaksud melebihi apa yang dibayangkan oleh siapapun. Yang ditemukan oleh Ksatria Templar adalah buku sihir terlarang. Melalui harta karun itu mereka mempelajari seni rahasia yang kemudian menjadi dasar terbentuknya kelompok Illuminati. Melalui ritual-ritual pemujaan terhadap setan, mereka mempergunakan seni itu untuk menguasai dan mengendalikan dunia. Dengan sukarela mereka menjual jiwa mereka kepada setan, dan melalui ritual-ritual pemujaan terhadap ilmu gaib, sumpah, dan perjanjian rahasia, maka pengetahuan ini pun menjadi tersembunyi.
Pengetahuan ini tidak pernah ditulis, namun disampaikan melalui simbol-simbol, ritual, dan arsitektur. Lantas, jika harta karun itu telah mereka temukan, mengapa saat ini masih dilakukan penggalian di bawah bangunan Masjid Al-Aqsa?
Makna Al-Aqsha yang Sesungguhnya
Al-Aqsha adalah Temple Mount atau dalam Bahasa Ibrani disebut Har haBayit yang juga dikenal sebagai Mount Moriah. Atau dalam bahasa Arab disebut al-Haram al-Quds ash-Sharif, tempat suci di Temple Mount wilayah Kota Lama Yerusalem. Di tempat inilah berdiri Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock (Kubah Shakhrah) yang merupakan bangunan umat Islam tertua di dunia. Selama ratusan tahun, Temple Mount (bukit kuil) di Yerusalem telah menjadi garis depan pertempuran antara agama-agama monoteistik besar yang telah menyebabkan pertumpahan darah hilangnya banyak nyawa.
Penggalian yang masih berlangsung saat ini ditujukan sebagai rencana penghancuran masjid tersebut untuk menyiapkan kedatangan "Mesiah palsu", Sang Raja Diraja bagi mereka. Kedatangan raja ini harus disambut dengan kebangkitan kembali Kuil Sulaiman. Untuk membangkitkan kembali "Kuil Sulaiman", pertama-tama Masjid Al-Aqsa harus dihancurkan. Negara Israel telah melakukan penghancuran ini secara perlahan dengan cara yang mengerikan.
Banyak versi mengungkap mengenai makna Kuil Sulaiman bagi bangsa Yahudi. Sebuah ulasan menyebutkan bahwa Kuil Sulaiman terletak di sebelah selatan Dome of the Rock. Versi lain menyebutkan, kaum Yahudi meyakini bahwa fondasi Kuil Sulaiman berada di Masjid Al-Aqsa. Sementara versi lain menyebutkan bahwa bukan Al-Aqsa yang menarik bagi bangsa Yahudi, melainkan simbol Kuil Sulaiman itu sendiri.
Lihat Juga :