Konsep Ketuhanan Yahudi: Yahweh sebagai Tuhan Yang Esa

Rabu, 18 Oktober 2023 - 10:20 WIB
Teologi pembebasan ini memproklamasikan Yahweh sebagai Tuhan Yang Esa, di mana Ia saja yang dipercaya untuk dilibatkan dalam perjuangan pembebasan kaum tertindas. Ini diyakini di mana Yahweh sajalah yang membebaskan budak-budak dari perbudakan (Keluaran, 20:2).

Baca juga: Puasa Asyura: Benarkah Diadaptasi dari Praktik Yahudi?

Yahweh yang demikian, menurut Aloysius Pieris sebagaimana dikutip Samsuri dalam karya tulisnya berjudul "Yahudi dalam Zionisme dan Israel", menjadi lebih dari sebuah religious totem, karena ia membuat tuntunan moral yang mewajibkan orang beriman untuk mengorganisasikan kehidupan sosio-ekonomi mereka bersama-sama dengan kebenaran dan keadilan Yahweh.

Yahweh menjadi simbol kesatuan ketuhanan dari model "tribal sosialism" berbagai kelompok yang menduduki tanah Kanaan dan melembagakan sebuah tatanan sosial yang cocok dengan ketaatan monoteistik mereka terhadap Yahweh, "Tuhan Penyayang, Kesetiaan, Kebenaran dan Keadilan" (hesed, emet, misphat, sedeqa).

Dalam syahadat (persaksian) dari ketaatan terhadap Yahweh diucapkan dalam do‘a Shema, yaitu "Shema Yisrael Adonai Elouhenu Adonai Ekhod" (Dengarlah, Israel! Tuhan Allah kita adalah Tuhan yang Esa).

Baca juga: Perbedaan Yahudi Ortodoks dan Sabbatianisme di Israel
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!