Benarkah Yudaisme Agama yang Dibawa Nabi Musa?

Rabu, 18 Oktober 2023 - 15:21 WIB
Dan Dia berfirman di ayat yang lain:

فَلَمَّاۤ اَحَسَّ عِيۡسٰى مِنۡهُمُ الۡكُفۡرَ قَالَ مَنۡ اَنۡصَارِىۡۤ اِلَى اللّٰهِ‌ؕ قَالَ الۡحَـوَارِيُّوۡنَ نَحۡنُ اَنۡصَارُ اللّٰهِ‌ۚ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ‌ۚ وَاشۡهَدۡ بِاَنَّا مُسۡلِمُوۡنَ


Artinya: Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, "Siapakah yang akan menjadi penolong untuk (menegakkan agama) Allah?" Para Hawariyyµn (sahabat setianya) menjawab, "Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim. ( QS Ali 'Imran : 52)

Muḥammad Ibrāhīm Al-Hamīd dalam "Rasāil Fī Al-Adyān Wa Al-Farq Al-Madhāhib" menjelaskan adapun makna Islam dalam pengertian khusus adalah syariat yang ada di dalam al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. "Islam dalam definisi khusus ini mengajarkan tauhid dan pokok-pokok agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad," ujarnya.

Jadi, Yudaisme adalah agama palsu yang menyimpang dari agama yang benar yang dibawa oleh Nabi Musa.

Baca juga: Puasa Asyura: Benarkah Diadaptasi dari Praktik Yahudi?
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!