Ideologi Sesat Zionisme: Tidak Ada yang Akan Masuk Surga Kecuali Bangsa Yahudi
Rabu, 18 Oktober 2023 - 15:51 WIB
Pandangan ini didasarkan atas pemikiran Zionisme bahwa orang non-Yahudi bukanlah keturunan Nabi Adam. Hal inilah yang kemudian membuat para Zionis menindas golongan selain mereka.
Baca juga: Doktrin Zionis: Begini Ajaran Talmud yang Diklaim Kaum Yahudi sebagai Ucapan Nabi Musa
Mohammad Muslih dalam "Sunan Kalijaga‘s Da‘wah Strategy in Suluk Linglung and Its Implication to Indonesia Radicalism Movement" mengatakan ideologi seperti ini tentunya bertentangan dengan hukum dan prinsip Islam. Islam adalah agama yang adil dan penuh kasih sayang kepada seluruh alam (rahmatan lil-lalamin).
Di dalam al-Qur'an Allah berfirman dalam ayat:
Artinya: Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. ( QS Al-Anbiya : 107)
Di dalam al-Quran Surat An-Nahl ayat 90 Allah SWT juga berfirman:
Artinya:Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. ( QS An-Nahl : 90)
Dari dua ayat ini, menjadi jelas bagi kita bahwa Islam memerintahkan kita semua untuk menunjukkan belas kasihan kepada semua orang, dan agar senantiasa berbuat adil dalam segala urusan hingga tercipta kebajikan.
Baca juga: Mengapa Hitler Sangat Membenci Yahudi?
Oleh karena itu, pemikiran Zionisme ini selain berseberangan dengan doktrin Islam juga bertentangan dengan fitrah seorang manusia untuk selalu bersikap baik dan mengasihi kepada sesamanya. Kritik terhadap pemikiran Zionisme tentang posisi bangsa selain Yahudi juga difirmankan Allah Ta'ala dalam ayat:
Baca juga: Doktrin Zionis: Begini Ajaran Talmud yang Diklaim Kaum Yahudi sebagai Ucapan Nabi Musa
Mohammad Muslih dalam "Sunan Kalijaga‘s Da‘wah Strategy in Suluk Linglung and Its Implication to Indonesia Radicalism Movement" mengatakan ideologi seperti ini tentunya bertentangan dengan hukum dan prinsip Islam. Islam adalah agama yang adil dan penuh kasih sayang kepada seluruh alam (rahmatan lil-lalamin).
Di dalam al-Qur'an Allah berfirman dalam ayat:
وَمَاۤ اَرۡسَلۡنٰكَ اِلَّا رَحۡمَةً لِّـلۡعٰلَمِيۡنَ
Artinya: Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam. ( QS Al-Anbiya : 107)
Di dalam al-Quran Surat An-Nahl ayat 90 Allah SWT juga berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يَاۡمُرُ بِالۡعَدۡلِ وَالۡاِحۡسَانِ وَاِيۡتَآىِٕ ذِى الۡقُرۡبٰى وَيَنۡهٰى عَنِ الۡفَحۡشَآءِ وَالۡمُنۡكَرِ وَالۡبَغۡىِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُوۡنَ
Artinya:Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. ( QS An-Nahl : 90)
Dari dua ayat ini, menjadi jelas bagi kita bahwa Islam memerintahkan kita semua untuk menunjukkan belas kasihan kepada semua orang, dan agar senantiasa berbuat adil dalam segala urusan hingga tercipta kebajikan.
Baca juga: Mengapa Hitler Sangat Membenci Yahudi?
Oleh karena itu, pemikiran Zionisme ini selain berseberangan dengan doktrin Islam juga bertentangan dengan fitrah seorang manusia untuk selalu bersikap baik dan mengasihi kepada sesamanya. Kritik terhadap pemikiran Zionisme tentang posisi bangsa selain Yahudi juga difirmankan Allah Ta'ala dalam ayat:
Lihat Juga :