Polemik Kaum Yahudi dan Nabi Muhammad SAW Menurut Al-Quran

Jum'at, 20 Oktober 2023 - 10:10 WIB
Haekal mengatakan begitu memuncaknya polemik antara orang-orang Yahudi dan kaum Muslimin itu, sehingga acapkali - sekalipun sudah ada perjanjian antara mereka - permusuhan itu terjadi sampai dengan main tangan.

Baca juga: Kesaksian Shafiyah: Ini Mengapa sang Ayah yang Tokoh Yahudi Madinah Menolak Masuk Islam

Sebagai contoh - sekadar sebagai ukuran - kita sudah mengenal Abu Bakar, yang begitu lemah-lembut perangainya, dengan kesabarannya yang luar biasa. Ketika itu ia sedang bicara dengan seorang orang Yahudi yang bernama Finhash, yang diajaknya menganut Islam.

Akan tetapi Finhash menjawab: "Abu Bakar, bukan kita yang membutuhkan Tuhan, tapi Dia yang butuh kepada kita. Bukan kita yang meminta-minta kepadaNya, tetapi Dia yang meminta-minta kepada kita. Kita tidak memerlukanNya, tapi Dia yang memerlukan kita. Kalau Dia kaya, tentu Ia tidak akan minta dipinjami harta kita, seperti yang didakwakan oleh pemimpinmu itu. Ia melarang kalian menjalankan riba, tapi kita akan diberi jasa. Kalau Ia kaya, tentu Ia tidak akan menjalankan ini."

Maksud Finhash ini ditujukan kepada firman Tuhan: "Siapa yang mau meminjamkan kepada Allah suatu pinjaman yang baik, Allah akan selalu membalasnya dengan berlipat ganda." (QS Al-Baqarah : 145)

Abu Bakar tidak tahan mendengar jawaban itu. Ia marah. Ditamparnya muka Finhash itu keras-keras.

"Demi Allah," kata Abu Bakar, "kalau tidak karena adanya perjanjian antara kami dengan kamu sekalian, pasti kupukul kepalamu. Engkaulah musuh Tuhan."

Kemudian Finhash mengadukan peristiwa ini kepada Nabi, tapi apa yang dikatakannya tentang Tuhan kepada Abu Bakar tidak diakuinya. Dalam hal ini firman Tuhan menyebutkan: "Tuhan sudah mendengar kata-kata mereka yang menyebutkan: Tuhan itu miskin, dan kamilah yang kaya. Akan Kami tuliskan kata-kata mereka itu, begitu juga perbuatan mereka membunuh nabi-nabi dengan tidak sepantasnya, dan rasakanlah siksa yang membakar ini!" ( QS Ali Imran : 181)

Baca juga: Menelisik Yahudi di Madinah, Keturunan Arab Atau Ibrani?

Menurut Haekal, kaum Yahudi itu tidak hanya menimbulkan insiden antara Muhajirin dengan Anshar, antara Kabilah Aus dengan Khazraj dan tidak pula cukup dengan membujuk kaum Muslimin supaya meninggalkan agamanya dan kembali menjadi syirik. Mereka juga mencoba-coba mengajak mereka menganut agama Yahudi, bahkan lebih dari itu orang Yahudi itu berusaha memperdaya Nabi Muhammad.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!