Sejarah Kedatangan Muslim Arab di Palestina

Minggu, 22 Oktober 2023 - 10:30 WIB
Menurut Muhsin Muhammad Shaleh, dari anak kabilah Qudha’ah yang tersebar di Palestina adalah kabilah Kalb, Bali, Jahinah, Jaram, Qudamah, Bani Bahra’, Bani’Adzrah, kabilah Qiin dan Maskah.

Sedangkan dari Arab Aribah adalah Bani Kahlan – yang menonjol adalah suku Thai’ yang hari ini dikenal dengan nama Shamr - Lakham, Zubaid, Aus dan Khazraj semuanya tersebar di tempat-tempat yang berbeda-beda di Palestina.

Di sana juga ada sejumlah kabilah Arab dari wilayah utara Jazirah Arab yang dikenal dengan Bani Adnan atau Bani Ismail atau Bani Arab Musta’rabah. Termasuk yang menisbatkan diri ke kabilah ini adalah kaum Quraisy yang sejumlah marga (keluarga) keturunannya datang ke Palestina dari keturunan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abbas dan dari sahabat-sahabat yang lainnya.

"Di sana juga ada kabilah ‘Anzah, Harb dan yang lainnya," ujar Dr Muhsin Muhammad Shaleh.

Baca juga: Keberkahan Bumi Palestina dalam Pandangan Islam

Bangsa Palestina masih tetap muslim dan berlisan Arab sejak futuh islami hingga hari ini. Mereka tidak pernah terpengaruh oleh masa perang salib dalam struktur pendudukan, kecuali sedikit sekali ketika orang-orang Salib Eropa menyerbu mereka. Maka dengan cepat umat Islam menguasai serangan tersebut dan mengembalikan identitas kemuslimannya.

Muhsin Muhammad Shaleh menjelaskan Palestina tetap menjadi tempat yang menarik untuk ditempati karena kedudukannya sebagai tanah suci, karena letak geografisnya yang strategis, karena cuacanya yang sedang, karena potensi pertanian, perdagangan dan yang lainnya.

Itu sebabnya telah tinggal di Palestina orang-orang Israel dari bangsa Kurdi, Barbar (Afrika), Chechnya, Bosnia, Turki yang kemudian terjadi arabisasi dan berbaur dengan pendudukannya.

Kendai demikian di Palestina masih tetap ada minoritas Nasrani yang hidup dengan aman dan tenang di bawah pemerintahan umat Islam. Di antara orang-orang Nasrani Palestina, mereka yang masih tetap pada agama mereka, adalah penduduk Palestina. Dan juga orang-orang Nasrani yang ingin tinggal di Palestina berasal dari Armenia, Yunani dan yang lainnya.

Toleransi Islam juga diberikan seluas-luasnya kepada orang-orang Yahudi untuk tinggal menetap di Palestina, mereka dianggap sebagai ahli dzimmah. Mereka hidup sebagai minoritas yang tidak memiliki obsesi politik.

Baca juga: Isu Palestina, Hentikan Mengemis! Saatnya Dunia Islam Bersatu
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!