Siapa Pengarang Perjanjian Lama? Begini Analisis Maurice Bucaille
Senin, 23 Oktober 2023 - 05:25 WIB
Pada abad pertama SM, ada kecenderungan untuk membentuk teks tunggal, akan tetapi hal tersebut baru terlaksana satu abad kemudian.
Baca juga: Kitab Suci Agama Yahudi Sebut Israel sebagai Orang-Orang Suci
Maurice Bucaille mengatakan jika kita mempunyai tiga teks, tentu kita dapat melakukan studi perbandingan dan kita mungkin dapat mempunyai idea tentang teks yang asli, akan tetapi kita tak mempunyai teks tersebut di atas.
Selain gulungan-gulungan yang terdapat di gua Qumran pada tahun 1947, yaitu gulungan yang berasal dari zaman sebelum timbulnya agama Kristen, dan dekat sebelum munculnya Nabi Isa, telah terdapat Papyrus Decalogue berasal dari abad II M, dan mengandung perbedaan-perbedaan dari teks klasik, begitu juga fragmen Perjanjian Lama, yang ditulis orang pada abad V M. (Fragmen Geniza, Cairo); selain itu semua, teks Bibel Ibrani yang paling tua adalah teks abad IX M.
Terjemahan Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani terjadi pada abad III sebelum Masehi. Teksnya dinamakan Septante (berarti tujuh puluh; yakni jumlah orang yang menterjemahkan).
Terjemahan tersebut dilakukan oleh orang-orang Yahudi di Alexandria. Pengarang-pengarang Perjanjian Baru bersandar kepada teks tersebut, dan teks tersebut dipakai orang sampai abad VII M.
Pada waktu sekarang teks Yunani yang dipakai Dunia Kristen adalah manuskrip (tulisan tangan) yang dinamakan Codex Vaticanus yang disimpan di Vatican dan Codex Sinaiticus (berasal dari Sinai) yang disimpan di British Museum di London. Manuskrip tersebut ditulis pada abad IV M.
Baca juga: Begini Sejarah Lahirnya Kitab Suci Yahudi Menurut Tharick Chehab
Terjemahan dalam bahasa Latin dilakukan oleh Jerome dari dokumen-dokumen Ibrani pada permulaan abad V M. Terjemahan Latin ini kemudian dinamakan Vulgate oleh karena telah tersebar diseluruh Dunia sesudah abad VII M.
Perlu kita ketahui juga bahwa ada terjemahan Aramaik dan Syriaks akan tetapi terjemahan itu hanya mengenai beberapa bagian dari Perjanjian Lama.
Baca juga: Kitab Suci Agama Yahudi Sebut Israel sebagai Orang-Orang Suci
Maurice Bucaille mengatakan jika kita mempunyai tiga teks, tentu kita dapat melakukan studi perbandingan dan kita mungkin dapat mempunyai idea tentang teks yang asli, akan tetapi kita tak mempunyai teks tersebut di atas.
Selain gulungan-gulungan yang terdapat di gua Qumran pada tahun 1947, yaitu gulungan yang berasal dari zaman sebelum timbulnya agama Kristen, dan dekat sebelum munculnya Nabi Isa, telah terdapat Papyrus Decalogue berasal dari abad II M, dan mengandung perbedaan-perbedaan dari teks klasik, begitu juga fragmen Perjanjian Lama, yang ditulis orang pada abad V M. (Fragmen Geniza, Cairo); selain itu semua, teks Bibel Ibrani yang paling tua adalah teks abad IX M.
Terjemahan Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani terjadi pada abad III sebelum Masehi. Teksnya dinamakan Septante (berarti tujuh puluh; yakni jumlah orang yang menterjemahkan).
Terjemahan tersebut dilakukan oleh orang-orang Yahudi di Alexandria. Pengarang-pengarang Perjanjian Baru bersandar kepada teks tersebut, dan teks tersebut dipakai orang sampai abad VII M.
Pada waktu sekarang teks Yunani yang dipakai Dunia Kristen adalah manuskrip (tulisan tangan) yang dinamakan Codex Vaticanus yang disimpan di Vatican dan Codex Sinaiticus (berasal dari Sinai) yang disimpan di British Museum di London. Manuskrip tersebut ditulis pada abad IV M.
Baca juga: Begini Sejarah Lahirnya Kitab Suci Yahudi Menurut Tharick Chehab
Terjemahan dalam bahasa Latin dilakukan oleh Jerome dari dokumen-dokumen Ibrani pada permulaan abad V M. Terjemahan Latin ini kemudian dinamakan Vulgate oleh karena telah tersebar diseluruh Dunia sesudah abad VII M.
Perlu kita ketahui juga bahwa ada terjemahan Aramaik dan Syriaks akan tetapi terjemahan itu hanya mengenai beberapa bagian dari Perjanjian Lama.
Lihat Juga :