Waspadalah! Dajjal Akan Memulai Misinya dari Pulau Ini

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 15:33 WIB
Pada 1917, Pemerintah Inggris mengutarakan Deklarasi Balfour yang mengejutkan dunia dengan mengumumkan keinginan Pemerintah Inggris mendukung pendirian Negara Yahudi di Palestina. Kemudian, pada Tahun 1917-1918 pasukan Inggris yang dipimpin Jenderal Allenby mengalahkan pasukan Turki Utsmani dan membebaskan Tanah Suci dari kekuasaan Muslim.

Sejak 1919 hingga 1948, Inggris menguasai Tanah Suci berdasarkan mandat dari Liga Bangsa-Bangsa. Dalam periode waktu itu, dunia menyaksikan perpindahan massal umat Euro-Yahudi ke Tanah Suci. Kebencian orang-orang Jerman pada umat Yahudi karena pengkhianatan mereka dalam Perang Dunia Pertama dan sebagai akibatnya Pemerintahan Hitler melakukan penyiksaan massal terhadap umat Yahudi sehingga jumlah perpindahan umat Yahudi dari Eropa ke Tanah Suci meningkat secara dramatis.

Akhirnya, pada Tahun 1948 Inggris membidani bayi negara yang lahir, dengan Deklarasi Kemerdekaan Israel. Sebagai tambahan, Pulau Inggris yang terletak di seberang Laut Mediterania dengan jarak sekitar sebulan perjalanan kapal layar dari Tanah Arab. Penting juga menekankan bahwa Inggris memiliki mata-mata yang ahli.

Film-film Sherlock Holmes dan James Bond adalah cerita fiksi yang menyamai keahlian Lawrence of Arabia (al-Jassasah yang berbulu tebal sehingga tidak bisa dibedakan antara muka dan ekornya ditafsirkan bahwa pulau tersebut sangat ahli dalam bidang intelijen atau mata-mata).

Inggris menjadi megara penguasa di dunia dan memegang kendali keuangan dunia. Hal ini dilakukan melalui Bank of England. Bahkan pada waktu itu, London adalah ibu kota keuangan dunia. Tetapi, kemudian Inggris berhenti menjadi negara penguasa di dunia dan digantikan oleh AS. Proses perubahan ini tampaknya dimulai dengan satu perang, yakni Perang Dunia Pertama, dan diakhiri dengan perang yang lain, yaitu Perang Dunia Kedua.

Periode waktu antara Perang Dunia Pertama dan Kedua merupakan pergerakan Dajjal dari dimensi waktu sehari seperti setahun menuju sehari seperti sebulan. Sangat penting mengamati proses perubahan ini dengan pengetahuan mendalam karena hal itu memberikan petunjuk kepada kita untuk mengenali momen saat Dajjal bergerak dari dimensi waktu sehari seperti sebulan menuju sehari seperti sepekan.

Sebuah aksi teroris pada musim panas Tahun 1914 di Kota Sarajevo mengakibatkan Arch Duke Austria-Hongaria Franz Ferdinand terbunuh. Pelaku kejahatan itu adalah seorang Serbia tetapi jejak kaki yang ditinggalkan mengarah ke Rusia. Siapapun yang merencanakan pembunuhan itu, dan meninggalkan jejak kaki itu ke arah Rusia, menginginkan Austria-Hongaria menyatakan perang melawan Rusia.

Target sesungguhnya bukan Rusia tetapi aliansi Rusia, yaitu Inggris. Khilafah Islam Turki juga target yang lainnya yang harus diruntuhkan dan Inggris harus melakukan pekerjaan peruntuhan tersebut. Saat Austria-Hongaria menyatakan perang terhadap Rusia, Inggris dan Prancis terpaksa memasuki perang membantu Rusia. Dan Jerman menanggapi dengan memasuki perang membantu Austria-Hongaria.

Tujuan di balik pembunuhan itu adalah untuk melemahkan ekonomi Inggris dengan perang sehingga Inggris pun akhirnya kehilangan statusnya sebagai Negara Penguasa di dunia dan digantikan oleh negara lain. Pelaku terorisme itu dengan jahat dan licik secara bersamaan menyerang Kekaisaran Khilafah Islam Ottoman. Khilafah adalah halangan besar bagi tercapainya rencana merebut Tanah Suci, untuk mengembalikan umat Yahudi ke Tanah Suci, dan merestorasi Negara Israel.

Cara terbaik menghilangkan halangan itu adalah dengan perang. Dengan begitu, Kekhalifahan Islam Ottoman dipaksa, dengan cara tipu daya internal yang sangat ahli, untuk memasuki perang membantu Jerman. Inggris kemudian digunakan untuk menyerang dan meruntuhkan bukan hanya Turki Utsmani, tetapi juga khilafah Islam.

Tetapi, dari 1914 sampai 1916 perang itu menjadi bencana bagi Inggris. Pertama, kapal selam Jerman merebut kekuasaan lautan dari Inggris. Kedua, Jerman menduduki Prancis dan mendirikan Pemerintahan Pro-Jerman di Paris. Ketiga, prajurit-prajurit Rusia banyak yang menjadi desertir dan mundur. Dan akhirnya, hingga 1916 Inggris berada dalam kesulitan yang mengerikan, terdampar, dan terancam kelaparan.

Kemudian, perubahan dramatis terjadi pada 1916. Umat Yahudi mendekati Pemerintah Inggris dan menawarkan akan mengajak AS memasuki perang membantu Inggris jika Inggris mau, sebagai quid pro quo (bentuk balas jasa), berjanji memberikan Tanah Suci kepada umat Yahudi pada akhir peperangan, Inggris menerima tawaran tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!