Belajar dari Sejarah, Satu-satunya Cara Menghentikan Invasi Israel

Minggu, 05 November 2023 - 22:31 WIB
Artinya: "Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti." (QS Al-Hasyr Ayat 14)

Menarik untuk disimak dari ayat ini, ternyata Yahudi terdiri dari berbagai kelompok, di mana satu dan lainnya tidak pernah bersatu. Tetapi ketika umat Islam tidak mengetahui titik lemah Yahudi, maka jadilah Yahudi seolah-olah bangsa yang super, sangat kuat dan tidak terkalahkan. Padahal sesungguhnya mereka sangat lemah, pengecut dan tidak kompak.

Yahudi Dulunya Bangsa yang Terusir

Sebelum seratus tahun yang lalu, Yahudi bukan siapa-siapa. Mereka adalah gelandangan miskin yang terusir dari semua negara, tertindas, terpinggirkan, tidak punya negara, kelaparan dan kedinginan.

Memang betul dan harus diakui bahwa umat Yahudi umumnya terdiri dari orang-orang yang ulet, tahan uji, biasa hidup melarat. Mungkin hal inilah yang menempa mereka menjadi semakin kuat secara sunnatullah. Dan menjadi dendam kesumat tujuh turunan yang mereka wariskan dari nenek moyang.

Tentang terusirnya Yahudi dari berbagai belahan bumi, hal itu disebabkan karena karakter mereka yang culas, licik, makan teman, gemar berdusta, hobi berkhianat, pandai menipu, lintah darat, pelit, egois, suka menjilat dan oportunis. Dan satu lagi karakter asli mereka ialah pengecut.

Menanti Persatuan Umat Islam

Sayangnya, di balik semua kelemahan Yahudi itu, justru umat Islam jauh lebih lemah. Perpecahan umat Islam sendiri cukup memprihatinkan. Salah satu bukti bisa kita lihat, bagaimana negara-negara muslim di Timur Tengah harusnya terdepan membantu Palestina, justru menormalisasi hubungannya dengan Israel. Tidak diketahui pasti apa motif di balik ini, yang pasti sikap "diam" ini menjadi aib besar negara-negara muslim di Timur Tengah.

Benarlah apa yang pernah disabdakan Baginda Nabi ﷺ dalam Hadis beliau: Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring. Kemudian seseorang bertanya, "Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?" Rasulullah berkata: "Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian "Wahn". Kemudian seseorang bertanya, "Apa itu Wahn?" Rasulullah bersabda: hubbud dunya wa karohiyatul maut (cinta dunia dan takut mati)." (HR Abu Daud 4297: Ahmad 278)

Bukan sekadar cinta dunia dan takut mati, lebih jauh dari itu, umat Islam justru berpecah belah. Satu dengan yang lain saling mencela dan menghujat, masing-masing kelompok merasa paling benar. Yang tidak ikut paham dan aliran mereka, dicap ahli bid'ah, sesat, bukan ahli sunnah, teroris dan khawarij.

Kabar Gembira
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!