Strategi Pejuang Palestina yang Bikin Zionis Israel Kebingungan
Kamis, 09 November 2023 - 19:05 WIB
Kita kembali ke sejarah masa lalu, lembah Yarmuk, sebuah lembah di dekat Palestina menjadi saksi sejarah pertempuran Yarmuk antara kaum Muslim melawan pasukan Romawi pada Tahun 636 M. Romawi kala itu membawa seperempat juta (200.000 tentara) lengkap dengan sumber dayanya. Sementara kaum muslimiin hanya 36.000 pejuang.
Pasukan Romawi punya sejarah pilu ketika berhadapan dengan kaum muslimin. Mereka masih ingat beberapa tahun sebelumnya saat Perang Mu'tah, 200 ribu tentara Romawi bisa diimbangi pasukan kecil berjumlah 3.000 pejuang muslim. Romawi adalah tentara profesional yang menguasi taktik tempur dan ilmu perang. Namun, mereka tidak mengerti bagaimana sebenarnya cara kaum muslimin bertempur?
Khalid bin Walid tahu tentang hal itu. Ia paham bahwa salah satu kelebihan kaum muslimin adalah strategi yang tidak dimengerti sepenuhnya oleh musuh. Romawi juga mendeskripsikan bahwa pasukan muslim itu seperti singa di siang hari dan rahib di malam hari. Bagaimana mungkin ada pasukan yang lebih mencintai kematian daripada kehidupan? Itulah ketakutan yang dirasakan oleh musuh-musuh Islam kala itu.
Khalid bin Walid juga memadukan strategi gerilya Arab dan taktik ala Romawi sehingga membuat musuh kelimpungan. Ya, semakin musuh tidak tahu cara berpikir kita, semakin besar pula potensi kemenangan. Pejuang Palestina benar-banr belajar dari sejarah masa lalu bagaimana pasukan muslim yang dikomandoi Khalid bin Walid membuat kejutan bagi musuhnya.
Referensi:
1. Ayyamun Laa Tunsa, Tamer Badr
2. Abqariyyatu Khalid, Abbas Al Aqqad
3. Adham Abu Salmiyyah, Jurnalis Palestinaa
4. Al-Jazeera.
Baca Juga: Ini Ayat yang Membuat Pejuang Palestina Percaya Diri Hadapi Zionis Israel
Pasukan Romawi punya sejarah pilu ketika berhadapan dengan kaum muslimin. Mereka masih ingat beberapa tahun sebelumnya saat Perang Mu'tah, 200 ribu tentara Romawi bisa diimbangi pasukan kecil berjumlah 3.000 pejuang muslim. Romawi adalah tentara profesional yang menguasi taktik tempur dan ilmu perang. Namun, mereka tidak mengerti bagaimana sebenarnya cara kaum muslimin bertempur?
Khalid bin Walid tahu tentang hal itu. Ia paham bahwa salah satu kelebihan kaum muslimin adalah strategi yang tidak dimengerti sepenuhnya oleh musuh. Romawi juga mendeskripsikan bahwa pasukan muslim itu seperti singa di siang hari dan rahib di malam hari. Bagaimana mungkin ada pasukan yang lebih mencintai kematian daripada kehidupan? Itulah ketakutan yang dirasakan oleh musuh-musuh Islam kala itu.
Khalid bin Walid juga memadukan strategi gerilya Arab dan taktik ala Romawi sehingga membuat musuh kelimpungan. Ya, semakin musuh tidak tahu cara berpikir kita, semakin besar pula potensi kemenangan. Pejuang Palestina benar-banr belajar dari sejarah masa lalu bagaimana pasukan muslim yang dikomandoi Khalid bin Walid membuat kejutan bagi musuhnya.
Referensi:
1. Ayyamun Laa Tunsa, Tamer Badr
2. Abqariyyatu Khalid, Abbas Al Aqqad
3. Adham Abu Salmiyyah, Jurnalis Palestinaa
4. Al-Jazeera.
Baca Juga: Ini Ayat yang Membuat Pejuang Palestina Percaya Diri Hadapi Zionis Israel
(rhs)
Lihat Juga :