Kisah Konspirasi Yahudi Internasional Menunggangi Komunisme Karl Marx Melawan Nazisme Karl Reiter

Senin, 20 November 2023 - 05:15 WIB
Sedangkan untuk mewujudkan programnya, para pendukung teori superioritas Aryanisme itu dihadapkan kepada dua pilihan, yaitu bersekutu dengan pemilik modal internasional, atau menghancurkan mereka sama sekali.

"Kita meragukan jumlah pendukung Komunisme dan Nazisme yang mengetahui atau menyadari, bahwa kedua paham itu adalah paham yang ditunggangi oleh kekuatan Konspirasi Yahudi internasional sebagai langkah untuk menguasai dunia," ujar William G. Carr.

"Kami mengatakan ragu, karena jumlah tokoh yang mengetahui hakikat kedua paham itu sangat terbatas pada para pemimpin tertinggi mereka," lanjutnya.

Menurut William G. Carr, mungkin Karl Marx dengan Komunismenya lebih banyak dikenal masyarakat umum daripada Karl Reiter dengan Nazismenya.

Sebab, Karl Reiter selama beberapa tahun menghabiskan umurnya di dunia akademik, yaitu sebagai guru besar pada Universitas Frankfurt. Kemudian ia pindah ke Universitas Berlin sebagai gurubesar Geografi.

Baca juga: Israel Klaim Pemimpin Pertama Zionisme adalah Nabi Musa

Di kalangan Universitas Berlin sendiri, Karl Reiter dikenal sebagai seorang pakar dalam bidang Geografi, Sejarah dan Ilmu Politik. Di luar itu, hubungan Karl Reiter dengan para tokoh Nazisme sendiri kurang erat, kecuali beberapa kalangan tertentu saja.

Sedang tujuan yang dicanangkan oleh para tokoh Nazisme tidak banyak diketahui oleh umum. Namun pihak agen-agen intelijen Kerajaan Inggris, kata William G. Carr, telah berhasil membuka skandal yang dilakukan oleh Reiter dan para pialang senjata perang (War-lord) Jerman, sewaktu ia menjadi guru besar di berbagai Universitas Jerman.

Karl Reiter sendiri telah menemukan bukti-bukti lewat penyelidikan sejarah, bahwa kaum pemilik modal terkemuka yang ada telah lama mendirikan perkumpulan rahasia di bawah naungan The Grand Free Mason Lodge.

Ini merupakan suatu strategi untuk menggerakan revolusi dunia, yang pada akhirnya mereka akan mendapat peluang untuk menguasai sumber daya alam dan sumber daya manusia, di bawah pemerintahan yang mereka sebut dengan Kekuasaan Diktator Universal, berlandaskan materialisme Atheis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!