Bacaan Hadoroh Tahlil Arab dan Latin
Senin, 27 November 2023 - 09:32 WIB
Bacaan hadoroh tahlil bisa dibaca untuk meningkatkan kualitas iman, umumnya bacaan hadoroh tahlil selalu diiringi dengan tawasul, yakni kiriman doa kepada Rasulullah SAW, para sahabat, tabi’in, dan orang alim. Foto ilustrasi/ist
Bacaan hadoroh tahlil dalam bahasa Arab dan latin ini, bisa diamalkan umat muslim dengan mudah. Istilah hadoroh, merujuk pada bacaan yang biasa dilantunkan umat Muslim sebelum membaca Surat Yasin. Pada tujuannya, bacaan hadoroh ini dilakukan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal atau para ahli kubur.
Mengutip buku Tawasul: Mencari Allah dan Rasul Lewat Jalan Guru oleh Ghozali, hadoroh tahlil juga bisa dibaca untuk meningkatkan kualitas iman seorang Muslim. Umumnya, bacaan hadoroh tahlil selalu diiringi dengan tawasul, yakni kiriman doa kepada Rasulullah SAW, para sahabat, tabi’in, dan orang alim.
Tidak hanya Surat Yasin , hadoroh tahlil juga bisa dilanjutkan dengan bacaan surat-surat lain dalam Al Quran, seperti Surat Al-Waqiah dan Ar-Rahman. Bagaimana bacaannya? Berikut kami rangkum informasinya untuk Anda.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon dan berdoa kepada-Mu dengan (bertawasul dengan) nabi-Mu, Muhammad, Nabi yang penuh kasih sayang. (Duhai Rasul) sesungguhnya aku telah bertawajjuh Kepada Tuhanku dengan (bertawasul dengan)mu agar hajatku ini terkabul. Ya Allah, terimalah syafaat Beliau untukku”. (HR Tirmidzi, an-Nasâ’I, al-Baihaqy dengan sanad shahih).
Ilaa hadhrotin Nabiyyil Mushthafaa, Muhammadin shollallohu 'alaihi wa sallam, Wa aalihii wa azwaajihii wa auladihi wa dzurriyatihi, Al-Faatihah.
Artinya : “Teruntuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…” (membaca surat Al-Fatihah 1 kali)
Latin: Tsumma ilaa hadhratin ikhwaanihi minal anbiyaai wal mursaliin wal auliayaai wa syuhadaai wa shaalihin wa shahaabati wat taabi'iina wal 'ulamaai wal mushannifiin wajami'il malaaikatil muqarrabiin khushusan sayyidina asy syaikh 'Abdul Qadir Al Jailaani radhiyallahu 'anhu al faatihah
Mengutip buku Tawasul: Mencari Allah dan Rasul Lewat Jalan Guru oleh Ghozali, hadoroh tahlil juga bisa dibaca untuk meningkatkan kualitas iman seorang Muslim. Umumnya, bacaan hadoroh tahlil selalu diiringi dengan tawasul, yakni kiriman doa kepada Rasulullah SAW, para sahabat, tabi’in, dan orang alim.
Tidak hanya Surat Yasin , hadoroh tahlil juga bisa dilanjutkan dengan bacaan surat-surat lain dalam Al Quran, seperti Surat Al-Waqiah dan Ar-Rahman. Bagaimana bacaannya? Berikut kami rangkum informasinya untuk Anda.
Bacaan Hadoroh Tahlil
Hukum membaca hadoroh tahlil adalah sunah. Sebab, amalan ini sama seperti bacaan tawasul dan zikir yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon dan berdoa kepada-Mu dengan (bertawasul dengan) nabi-Mu, Muhammad, Nabi yang penuh kasih sayang. (Duhai Rasul) sesungguhnya aku telah bertawajjuh Kepada Tuhanku dengan (bertawasul dengan)mu agar hajatku ini terkabul. Ya Allah, terimalah syafaat Beliau untukku”. (HR Tirmidzi, an-Nasâ’I, al-Baihaqy dengan sanad shahih).
Bacaan Hadoroh Tahlil
إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَاَزْوَخِهِ وَاَوْلَادِه وذُرَّيَّا تِهِ اَلْفَاتِحَه
Ilaa hadhrotin Nabiyyil Mushthafaa, Muhammadin shollallohu 'alaihi wa sallam, Wa aalihii wa azwaajihii wa auladihi wa dzurriyatihi, Al-Faatihah.
Artinya : “Teruntuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…” (membaca surat Al-Fatihah 1 kali)
ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَلْفَاتِحَة
Latin: Tsumma ilaa hadhratin ikhwaanihi minal anbiyaai wal mursaliin wal auliayaai wa syuhadaai wa shaalihin wa shahaabati wat taabi'iina wal 'ulamaai wal mushannifiin wajami'il malaaikatil muqarrabiin khushusan sayyidina asy syaikh 'Abdul Qadir Al Jailaani radhiyallahu 'anhu al faatihah
Lihat Juga :