Viral Soal Asam Sulfat, Ternyata Penemunya Seorang Ilmuwan Muslim
Kamis, 07 Desember 2023 - 21:30 WIB
Di balik viralnya Asam Sulfat dan kegunaannya, ada sosok ilmuwan Muslim yang berjasa menemukannya yaitu Abu Musa Jabir ibnu Hayyan Al-Azdi. Foto/ist
Asam Sulfat yang sedang ramai dibincangkan netizen ternyata penemunya seorang ilmuwan muslim kelahiran Khurasan Persia Tahun 721 M (Abad ke-7). Topik ini menjadi viral usai salah satu Cawapres salah sebut Asam Folat jadi Asam Sulfat untuk ibu hamil.
Topik Asam Sulfat mendadak naik daun. Setidaknya ada 11,2 juta unggahan menggunakan kata Asam Sulfat di platform media sosial seperti dirilis akun IG @gen.saladin 5 Desember 2023. Belajar dari sejarah dan ilmu pengetahuan, seorang muslim harus bisa membedakan Asam Sulfat dan Asam Folat.
Di balik viralnya Asam Sulfat ini, mungkin banyak yang tidak tahu kalau penemunya ialah seorang ulama dan ilmuwan Muslim bernama Abu Musa Jabir ibnu Hayyan Al-Azdi (721-815 M). Di Barat beliau dinamai dengan "Geber".
Sekadar informasi, Asam Folat dan Asam Sulfat adalah dua senyawa yang memiliki perbedaan mendasar. Asam Folat (Folic Acid) adalah vitamin yang baik untuk ibu hamil karena mengandung B9, salah satu vitamin B kompleks.
Sedangkan Asam Sulfat (Sulphuric Acid) adalah senyawa kimia atau cairan berbahaya yang sering dipakai untuk pembuatan aki, pupuk, pulp, dan kertas. Asam Sulfat ini terdiri dari dua atom hidrogen, satu atom belerang, dan empat atom oksigen.
Jasa Besar Jabir ibn Hayyan
Jabir ibn Hayyan merupakan ilmuwan Muslim pertama yang menemukan Asam Sulfat. Beliau dikenal sebagai Bapak Kimia Modern karena berjasa dan berkontribusi besar dalam mengenalkan ilmu Kimia.
Ayahnya bernama Hayyan Al-Azdi adalah seorang ahli farmasi dari Kabilah Yaman yang besar yaitu Kabilah Azad yang sebagian besar dari mereka berhijrah ke Kufah setelah rubuhnya Bendungan Ma'rif. Setelah ayahnya wafat, Jabir dan keluarganya kembali ke Yaman dan mulai mempelajari Al-Qur'an dan disiplin ilmu lainnya dari seorang ilmuwann bernama Harbi al-Himyari.
Jabir kembali ke Kufah setelah Dinasti Abbasiyah berhasil menumbangkan Umayyah dan mulai merintis kariernya di bidang kimia. Ketertarikannya dalam bidang ini membuatnya terus mendalaminya sehingga menjadi seorang ahli Kimia yang meneruskan profesi ayahnya sebagai seorang peracik obat.
Topik Asam Sulfat mendadak naik daun. Setidaknya ada 11,2 juta unggahan menggunakan kata Asam Sulfat di platform media sosial seperti dirilis akun IG @gen.saladin 5 Desember 2023. Belajar dari sejarah dan ilmu pengetahuan, seorang muslim harus bisa membedakan Asam Sulfat dan Asam Folat.
Di balik viralnya Asam Sulfat ini, mungkin banyak yang tidak tahu kalau penemunya ialah seorang ulama dan ilmuwan Muslim bernama Abu Musa Jabir ibnu Hayyan Al-Azdi (721-815 M). Di Barat beliau dinamai dengan "Geber".
Sekadar informasi, Asam Folat dan Asam Sulfat adalah dua senyawa yang memiliki perbedaan mendasar. Asam Folat (Folic Acid) adalah vitamin yang baik untuk ibu hamil karena mengandung B9, salah satu vitamin B kompleks.
Sedangkan Asam Sulfat (Sulphuric Acid) adalah senyawa kimia atau cairan berbahaya yang sering dipakai untuk pembuatan aki, pupuk, pulp, dan kertas. Asam Sulfat ini terdiri dari dua atom hidrogen, satu atom belerang, dan empat atom oksigen.
Jasa Besar Jabir ibn Hayyan
Jabir ibn Hayyan merupakan ilmuwan Muslim pertama yang menemukan Asam Sulfat. Beliau dikenal sebagai Bapak Kimia Modern karena berjasa dan berkontribusi besar dalam mengenalkan ilmu Kimia.
Ayahnya bernama Hayyan Al-Azdi adalah seorang ahli farmasi dari Kabilah Yaman yang besar yaitu Kabilah Azad yang sebagian besar dari mereka berhijrah ke Kufah setelah rubuhnya Bendungan Ma'rif. Setelah ayahnya wafat, Jabir dan keluarganya kembali ke Yaman dan mulai mempelajari Al-Qur'an dan disiplin ilmu lainnya dari seorang ilmuwann bernama Harbi al-Himyari.
Jabir kembali ke Kufah setelah Dinasti Abbasiyah berhasil menumbangkan Umayyah dan mulai merintis kariernya di bidang kimia. Ketertarikannya dalam bidang ini membuatnya terus mendalaminya sehingga menjadi seorang ahli Kimia yang meneruskan profesi ayahnya sebagai seorang peracik obat.
Lihat Juga :