Viral Soal Asam Sulfat, Ternyata Penemunya Seorang Ilmuwan Muslim
Kamis, 07 Desember 2023 - 21:30 WIB
Sejak saat itu Jabir menuntut ilmu dari seorang imam yang mahsyur. Bahkan Jabir sempat belajar kepada Khalid Ibnu Yazid. Jabir kemudian mempelajari ilmu kedokteran pada masa Kekhalifahan Abbasiyah di bawah pimpinan Harun Ar-Rasyid dari seorang guru yang bernama Barmaki Vizier.
Ia terus bereksperimen dalam bidang kimia dengan tekun di sebuah laboratorium dekat Bawaddah di Damaskus, Suriah. Bahkan instrument yang digunakan untuk eksperimennya ia buat sendiri dari bahan logam, tumbuhan dan hewani. Di laboratoriumnya itulah Jabir berhasil menemukan berbagai penemuan besar yang bermanfaat di masa sekarang. Bahkan di laboratorium itu pula ditemukan berbagai peralatan kimia miliknya. Setelah berkarier di Damaskus, Jabir kembali ke Kufah setelah terjadi tragedi Baramikah Tahun 705 M.
Sekembalinya ke Kufah tak banyak yang mengetahui tentang keberadaannya. Namun dua abad setelah wafatnya, barulah ditemukan laboratoriumnya. Di dalamnya didapati peralatan kimianya dan penemuan-penemuan yang luar biasa. Pemikirannya juga berpengaruh bagi para ilmuwan muslim lainnya seperti Al-Razi (9 M), Tughrai (12 M) dan Al-Iraqi (13 M).
Tidak hanya itu, buku-buku yang ditulisnya pun sangat berpengaruh bagi perkembangan kemajuan ilmu kimia di Eropa. Jabir ibn Hayyan tutup usia pada Tahun 815 M di Kota Kufah. Dalam catatan sejarah, Jabir Ibnu Hayyan adalah orang pertama menemukan asam belerang, natrium karbonat, pottasium karbonat, dan sepuh. Zat-zat kimia ini kini menjadi dasar perkembangan peradaban pada abad 19 dan 20 di bidang kimia, farmasi, pertanian, dan lainnya.
Baca Juga: Jabir Ibn Hayyan, Ilmuwan Muslim Penemu Air Keras
Ia terus bereksperimen dalam bidang kimia dengan tekun di sebuah laboratorium dekat Bawaddah di Damaskus, Suriah. Bahkan instrument yang digunakan untuk eksperimennya ia buat sendiri dari bahan logam, tumbuhan dan hewani. Di laboratoriumnya itulah Jabir berhasil menemukan berbagai penemuan besar yang bermanfaat di masa sekarang. Bahkan di laboratorium itu pula ditemukan berbagai peralatan kimia miliknya. Setelah berkarier di Damaskus, Jabir kembali ke Kufah setelah terjadi tragedi Baramikah Tahun 705 M.
Sekembalinya ke Kufah tak banyak yang mengetahui tentang keberadaannya. Namun dua abad setelah wafatnya, barulah ditemukan laboratoriumnya. Di dalamnya didapati peralatan kimianya dan penemuan-penemuan yang luar biasa. Pemikirannya juga berpengaruh bagi para ilmuwan muslim lainnya seperti Al-Razi (9 M), Tughrai (12 M) dan Al-Iraqi (13 M).
Tidak hanya itu, buku-buku yang ditulisnya pun sangat berpengaruh bagi perkembangan kemajuan ilmu kimia di Eropa. Jabir ibn Hayyan tutup usia pada Tahun 815 M di Kota Kufah. Dalam catatan sejarah, Jabir Ibnu Hayyan adalah orang pertama menemukan asam belerang, natrium karbonat, pottasium karbonat, dan sepuh. Zat-zat kimia ini kini menjadi dasar perkembangan peradaban pada abad 19 dan 20 di bidang kimia, farmasi, pertanian, dan lainnya.
Baca Juga: Jabir Ibn Hayyan, Ilmuwan Muslim Penemu Air Keras
(rhs)
Lihat Juga :