Begini Wasiat Umar bin Khattab kepada Khalifah Penggantinya
Selasa, 19 Desember 2023 - 13:50 WIB
"Mengenai mereka yang berada dalam perlindungan Allah dan Rasul-Nya (kaum zimmi) saya berpesan agar segala janji dengan mereka dipenuhi dan janganlah mereka dipaksa di luar kemampuan mereka, dan agar memerangi siapa pun yang bersembunyi di belakang mereka."
Wasiat ini masih ditambah lagi oleh beberapa sejarawan dengan mengatakan: "Ya Allah, sudahkah kusampaikan?! Kutinggalkan khalifah yang sesudahku dengan hati lega."
Umar bin Khattab hanya mampu berkata-kata di pembaringan dalam kondisi luka parah karena ditikam Abu Lu'lu'ah Fairuz, budak al-Mugirah. Setelah terkena tikam itu Umar selalu memikirkan nasib umat Islam.
Haekal mengatakan sepeninggalnya nanti ia ingin sekali bibit-bibit pendapatnya mengenai hasil ijtihadnya itu jangan disia-siakan, mana-mana yang belum meyakinkan dan belum ada kepastian kebenarannya.
Dia sudah menuliskan pendapat hasil ijtihadnya mengenai kewajiban terhadap pihak kakek di atas tulang bahu binatang pada sore hari ketika ia terkena tikam.
Setelah diketahuinya bahwa bekas tikaman itu mematikan ia berkata kepada Abdullah anaknya: "Bawa ke mari tulang yang sudah saya tulis kemarin mengenai soal kakek itu."
Baca juga: Pesan Sholat Umar bin Khattab Menjelang Izrail Menjemputnya
Maksudnya akan menghapus apa yang sudah ditulisnya itu supaya jangan diprotes orang sesudah dia tak ada.
Abdullah berkata: "Amirulmukminin, cukup kamilah untuk menyelesaikan soal ini."
Bagi Abdullah rupanya tidak mudah untuk menghapus dan membiarkan ayahnya yang sedang menghadapi luka-lukanya. Tetapi Umar menolak dan katanya: "Tidak!"
Wasiat ini masih ditambah lagi oleh beberapa sejarawan dengan mengatakan: "Ya Allah, sudahkah kusampaikan?! Kutinggalkan khalifah yang sesudahku dengan hati lega."
Umar bin Khattab hanya mampu berkata-kata di pembaringan dalam kondisi luka parah karena ditikam Abu Lu'lu'ah Fairuz, budak al-Mugirah. Setelah terkena tikam itu Umar selalu memikirkan nasib umat Islam.
Haekal mengatakan sepeninggalnya nanti ia ingin sekali bibit-bibit pendapatnya mengenai hasil ijtihadnya itu jangan disia-siakan, mana-mana yang belum meyakinkan dan belum ada kepastian kebenarannya.
Dia sudah menuliskan pendapat hasil ijtihadnya mengenai kewajiban terhadap pihak kakek di atas tulang bahu binatang pada sore hari ketika ia terkena tikam.
Setelah diketahuinya bahwa bekas tikaman itu mematikan ia berkata kepada Abdullah anaknya: "Bawa ke mari tulang yang sudah saya tulis kemarin mengenai soal kakek itu."
Baca juga: Pesan Sholat Umar bin Khattab Menjelang Izrail Menjemputnya
Maksudnya akan menghapus apa yang sudah ditulisnya itu supaya jangan diprotes orang sesudah dia tak ada.
Abdullah berkata: "Amirulmukminin, cukup kamilah untuk menyelesaikan soal ini."
Bagi Abdullah rupanya tidak mudah untuk menghapus dan membiarkan ayahnya yang sedang menghadapi luka-lukanya. Tetapi Umar menolak dan katanya: "Tidak!"
Lihat Juga :