Kisah Raja Inggris Edward VIII Menghadapi Konspirasi Yahudi
Kamis, 21 Desember 2023 - 16:25 WIB
Sepulang dari lawatan itu, sang pangeran tidak lagi bergaya hidup mewah dan boros, tapi berubah menjadi orang yang berpandangan jauh. Selama dalam perjalanan, Marsedan sengaja menunjukkan semua dokumen dan bukti yang ada padanya tentang seluk-beluk Konspirasi internasional, dan peran yang dimainkan oleh para pemilik modal Yahudi internasional dari balik layar.
Setelah beberapa saat pulang dari lawatannya berkeliling bersama sang pangeran, Marsedan meninggal dunia secara mengejutkan. Ini jelas bukan peristiwa kebetulan.
Di sisi lain, setelah kembali dari perjalanannya, sang pangeran mengalihkan pola hidupnya dari hidup pesta-pora dan bersenang-senang kepada hidup serius untuk memanfaatkan peluang baik dalam memikirkan politik dan ekonomi.
Ia suka membaur dengan berbagai kalangan rakyat. Sang pangeran telah meninggalkan adat kebiasaan turun temurun, yang melarang seorang pangeran campur tangan dalam masalah umum.
Ia menentang setiap langkah politik yang telah ia ketahui berasal dari prakarsa para pemilik modal Yahudi. Jelaslah kiranya, pangeran telah masuk ke dalam pertikaian melawan kekuatan terselubung yang sedang memerintah Inggris. Hal ini benar-benar terjadi ketika ia menaiki tahta kerajaan Inggris bulan Mei 1936 dengan gelar Raja Edward VIII.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Adolf Hitler dan Kisah Terbentuknya Poros Berlin-Roma
Para pemilik modal Yahudi internasional segera tahu, bahwa pertikaiannya melawan raja baru Inggris itu adalah perang yang menentukan. Mereka tidak mau membuang-buang kesempatan dalam penyerangannya kepada Raja Edward VIII, sejak raja naik tahta.
Mereka amat berpengalaman sejak berabad-abad lamanya dalam menghadapi masalah seperti ini, dan banyak belajar untuk mempersiapkan segalanya dalam rangka operasinya.
Mereka mulai menyerbu dengan propaganda gosip yang terkenal itu. Ini ternyata tidak mudah. Sebab, Raja Edward diketahui hidup bersih sejak ia kembali dari lawatannya itu.
Namun mereka tidak kehilangan akal. Mereka segera menemukan sasaran yang dicari pada diri wanita terkenal bernama Willy Simpson. Ia adalah seorang janda jelita berkebangsaan Amerika, yang hendak dikawin oleh Edward.
Setelah beberapa saat pulang dari lawatannya berkeliling bersama sang pangeran, Marsedan meninggal dunia secara mengejutkan. Ini jelas bukan peristiwa kebetulan.
Di sisi lain, setelah kembali dari perjalanannya, sang pangeran mengalihkan pola hidupnya dari hidup pesta-pora dan bersenang-senang kepada hidup serius untuk memanfaatkan peluang baik dalam memikirkan politik dan ekonomi.
Ia suka membaur dengan berbagai kalangan rakyat. Sang pangeran telah meninggalkan adat kebiasaan turun temurun, yang melarang seorang pangeran campur tangan dalam masalah umum.
Ia menentang setiap langkah politik yang telah ia ketahui berasal dari prakarsa para pemilik modal Yahudi. Jelaslah kiranya, pangeran telah masuk ke dalam pertikaian melawan kekuatan terselubung yang sedang memerintah Inggris. Hal ini benar-benar terjadi ketika ia menaiki tahta kerajaan Inggris bulan Mei 1936 dengan gelar Raja Edward VIII.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Adolf Hitler dan Kisah Terbentuknya Poros Berlin-Roma
Para pemilik modal Yahudi internasional segera tahu, bahwa pertikaiannya melawan raja baru Inggris itu adalah perang yang menentukan. Mereka tidak mau membuang-buang kesempatan dalam penyerangannya kepada Raja Edward VIII, sejak raja naik tahta.
Mereka amat berpengalaman sejak berabad-abad lamanya dalam menghadapi masalah seperti ini, dan banyak belajar untuk mempersiapkan segalanya dalam rangka operasinya.
Mereka mulai menyerbu dengan propaganda gosip yang terkenal itu. Ini ternyata tidak mudah. Sebab, Raja Edward diketahui hidup bersih sejak ia kembali dari lawatannya itu.
Namun mereka tidak kehilangan akal. Mereka segera menemukan sasaran yang dicari pada diri wanita terkenal bernama Willy Simpson. Ia adalah seorang janda jelita berkebangsaan Amerika, yang hendak dikawin oleh Edward.
Lihat Juga :