Taurat Menyebut Tuhan Israel Memilih Bangsa, Begini Tanggapan Imam Chirri
Jum'at, 29 Desember 2023 - 12:58 WIB
Imam Mohammad Jawad Chirri. Foto/Ilustrasi: Historic Images
Berikut ini adalah dialog Prof Dr Wilson H. Guertin dan Imam Muhammad Jawad Chirri yang dikutip dari buku yang diterjemahkan HM Ridho Umar Baridwan, SH berjudul "Dialog tentang Islam dan Kristen" (Alma'arif, 1981).
Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon . Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika Serikat . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).
Berikut petikan dialog tersebut:
Baca juga: Yesus Bukan Pencipta Alam, Prof Wilson Mendapat Hidayah
Prof Wilson: Sesuai dengan keterangan anda, tujuan yang sangat baik tidak memisahkan kepercayaan pada satu atau dua masyarakat-masyarakat atau bangsa-bangsa tetapi untuk mengembangkan kepercayaan yang benar ke seluruh dunia dan memperkenalkan prinsip-prinsipnya kepada seluruh bangsa-bangsa.
Ini tampaknya tidak demikian. Taurat (Old Testament) berulang-ulang mengatakan Tuhannya Israelites memilih bangsa. Ini menunjukkan bahwa Israelites yang diutamakan dari berita-berita yang sangat baik itu.
Imam Chirri: Maksud Tuhan memberi Ishak agar anak-anak Israel memeluk dan mengikuti dengan tulus perintah-perintah yang baik itu dan memimpin bangsa-bangsa pada apa yang dikehendaki Tuhan.
Tetapi Israelites tidak dapat hidup sesuai dengan pengharapan ini. Hanya sebagian kecil yang mengikuti pengajaran yang baik itu dan bahwa sebagian kecil itu tak sanggup menciptakan kepercayaan itu secara umum.
Sebagai hasilnya, berturut-turut nabi dari Israil diperlukan untuk berbicara pada rakyatnya sesuai dengan kemampuan pengertiannya. Di bawah keadaan demikian kepercayaan itu dinyatakan (dikhususkan) sebagai kesukuan atau bangsa: Tuhan adalah Tuhan bagi Israel, dan Israelite adalah rakyat pilihanNya.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon . Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika Serikat . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).
Berikut petikan dialog tersebut:
Baca juga: Yesus Bukan Pencipta Alam, Prof Wilson Mendapat Hidayah
Prof Wilson: Sesuai dengan keterangan anda, tujuan yang sangat baik tidak memisahkan kepercayaan pada satu atau dua masyarakat-masyarakat atau bangsa-bangsa tetapi untuk mengembangkan kepercayaan yang benar ke seluruh dunia dan memperkenalkan prinsip-prinsipnya kepada seluruh bangsa-bangsa.
Ini tampaknya tidak demikian. Taurat (Old Testament) berulang-ulang mengatakan Tuhannya Israelites memilih bangsa. Ini menunjukkan bahwa Israelites yang diutamakan dari berita-berita yang sangat baik itu.
Imam Chirri: Maksud Tuhan memberi Ishak agar anak-anak Israel memeluk dan mengikuti dengan tulus perintah-perintah yang baik itu dan memimpin bangsa-bangsa pada apa yang dikehendaki Tuhan.
Tetapi Israelites tidak dapat hidup sesuai dengan pengharapan ini. Hanya sebagian kecil yang mengikuti pengajaran yang baik itu dan bahwa sebagian kecil itu tak sanggup menciptakan kepercayaan itu secara umum.
Sebagai hasilnya, berturut-turut nabi dari Israil diperlukan untuk berbicara pada rakyatnya sesuai dengan kemampuan pengertiannya. Di bawah keadaan demikian kepercayaan itu dinyatakan (dikhususkan) sebagai kesukuan atau bangsa: Tuhan adalah Tuhan bagi Israel, dan Israelite adalah rakyat pilihanNya.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Lihat Juga :