Imam Chirri: Begini Gambaran Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Tuhan

Senin, 01 Januari 2024 - 13:50 WIB
Menjelaskan ayat tersebut, Imam Chirri menuturkan bahwa itu adalah tindakan Ibrahim yang luar biasa, untuk meninggalkan anak yang pertamanya di padang pasir Arab di mana tidak ada buah-buahan, air dan kota.

Tetapi dia mempunyai dua tujuan untuk mencapai, dan masing-masing cukup besar untuk membuat Ibrahim berkeinginan menghancurkan pengorbanan yang demikian dan berikhtiar sekuat-kuatnya.

Yang pertama dari dua tujuan itu ialah;

Mendirikan Rumah Suci dan menyerahkan untuk mesjid itu anaknya sebagai wali yang akan menyembah Tuhan, menghantarkan kebaktian sesuai dengan Agama Tuhan yang benar, dan mengajarkan anak-anaknya dan masyarakat prinsip-prinsip yang benar. Oleh karena itu Ibrahim tidak hanya meluaskan kepercayaannya, tetapi juga membuat kelangsungan dari kepercayaan itu lebih meyakinkan.

Baca juga: Bukti Sifat Umum dari Ajaran Islam Menurut Imam Chirri

Ketidak-berhasilan Ishak di dalam tugas keagamaan ini, kepercayaan akan dilanjutkan melalui anak-anak Ismail di Arabia.

Dari Kitab Suci Al-Qur'an:

"Wahai Tuhan kami, sesungguhnya aku menempatkan sebagian dari turunanku di lembah yang tiada mempunyai tanam-tanaman, di dekat Rumah SuciMu.

Wahai Tuhan kami, supaya mereka tetap mengerjakan sembahyang; sebab itu, jadikanlah hati manusia tertarik kepada mereka, dan berilah buah-buahan, menjadi rizki mereka, mudah-mudahan mereka berterima.kasih." QS 14 : 37.

Kita tidak mengetahui keluasan dari pertumbuhan kepercayaan lbrahim di tanah Arab. Sejarah tidak menerangkan pada kita dengan jelas keadaan keagamaan di negara Arab selama periode yang panjang (lama), dari masa Ibrahim sampai akhir abad ke lima tarikh Kristen.

Pada abad ke-enam kita temui sebagian besar orang-orang Arab menyembah berhala, tetapi meskipun demikian, kita temui pada waktu yang sama, beberapa upacara-upacara dan pelaksanaan yang dapat dihubungkan hanya dengan ajaran Ibrahim.

Ziarah ke Rumah Suci di Makkah dan Sunnat (Chatan diselenggarakan dan dilakukan oleh seluruh suku Arab yang bukan Kristen.

Sepanjang upacara-upacara dan pelaksanaan-pelaksanaan ini, kita temui sebagian kecil di antara orang-orang Arab, percaya pada Tuhan, menyembahNya, dan menolak menyembah patung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!