Apakah Al-Qur'an Mengemukakan Ramalan tentang Masa Depan Nabi? Begini Jawaban Imam Chrri
Selasa, 09 Januari 2024 - 15:11 WIB
Dia dipilih sebagai satu-satunya musuh orang-orang Makkah . Hidupnya dikelilingi dengan bahaya-bahaya. Dia hidup di bawah ancaman, dan untuk selama beberapa tahun tanpa perlindungan fisik. Pada saat pembelanya, Abu Thalib , meninggal, dia bahkan tidak mendapatkan perlindungan di tempat suci guna membawa pesannya kepada orang-orang yang berziarah. Pemimpin-pemimpin penting dengan siasat yang sopan memburu dia dan berniat membunuhnya.
Bila dia lolos, hadiah besar diumumkan untuk penangkapannya, hidup atau mati. Sebelum berangkat ke Madinah, Muhammad dipastikan ditangkap, dan Islam diharapkan dihilangkan sampai ke akar-akarnya.
Setelah sampai di Madinah, peperangan terjadi dan orang-orang Islam dihadapkan dengan suatu perang yang hebat, yang mana musuh selalu jauh lebih besar jumlahnya.
Orang-orang Makkah menyuruh penduduk padang pasir untuk melawan orang-orang Islam. Lebih lanjut, pemerintah-pemerintah dari bangsa-bangsa yang bukan Arab marah karena bahasa Muhammmad yang sangat kuat yang digunakan mengundang mereka untuk memeluk Islam.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Suatu contoh ialah pesannya kepada Heraclius, Kaisar Byzantine (Rum):
"Dengan nama Tuhan Pengasih dan Penyayang.
Dari Muhammad, anak Abdullah, Rasul Tuhan, untuk Heraclius, raja Romawi. Sudah tentu saya mengajak anda memeluk Agama Islam. Jadilah orang Islam, dan anda akan selamat. Tuhan akan menghadiahi anda dua kali. Bila anda mengelak, anda akan dibebani dengan dosa. Marilah bersepakat antara kita dan anda: bahwa kita akan memuja tidak lain kecuali Tuhan dan bahwa kita akan tunduk dihadapanNya, dan bahwa kita tidak akan mengakui Tuhan di samping Tuhan Yang Maha Kuasa."
Meskipun bahaya-bahaya mengelilingi Nabi, dia hidup secara biasa. Dia tidak memiliki pengawal-pengawal dan berperang di medan perang, kadang-kadang di baris terdepan. Dia berjalan di jalan tengah malam dan tinggal tanpa penjagaan. Ada banyak kesempatan baik untuk membunuhnya, dan banyak percobaan telah dilakukan.
Beberapa percobaan pembunuhan di bawah ini akan saya sebutkan:
Pada suatu hari dia sedang tidur sendiri di bawah pohon, tidak jauh dari perkemahannya. Dia dibangunkan oleh suara! Dia melihat Durthur, prajurit musuh, sedang berdiri di hadapannya dengan mencabut pedang. "Hai Muhammad" dia berseru, "Siapa yang akan menyelamatkan anda?" "Tuhan" jawab Nabi. Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, Durthur menjatuhkan pedangnya, yang langsung dipegang oleh Nabi.
Bila dia lolos, hadiah besar diumumkan untuk penangkapannya, hidup atau mati. Sebelum berangkat ke Madinah, Muhammad dipastikan ditangkap, dan Islam diharapkan dihilangkan sampai ke akar-akarnya.
Setelah sampai di Madinah, peperangan terjadi dan orang-orang Islam dihadapkan dengan suatu perang yang hebat, yang mana musuh selalu jauh lebih besar jumlahnya.
Orang-orang Makkah menyuruh penduduk padang pasir untuk melawan orang-orang Islam. Lebih lanjut, pemerintah-pemerintah dari bangsa-bangsa yang bukan Arab marah karena bahasa Muhammmad yang sangat kuat yang digunakan mengundang mereka untuk memeluk Islam.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Suatu contoh ialah pesannya kepada Heraclius, Kaisar Byzantine (Rum):
"Dengan nama Tuhan Pengasih dan Penyayang.
Dari Muhammad, anak Abdullah, Rasul Tuhan, untuk Heraclius, raja Romawi. Sudah tentu saya mengajak anda memeluk Agama Islam. Jadilah orang Islam, dan anda akan selamat. Tuhan akan menghadiahi anda dua kali. Bila anda mengelak, anda akan dibebani dengan dosa. Marilah bersepakat antara kita dan anda: bahwa kita akan memuja tidak lain kecuali Tuhan dan bahwa kita akan tunduk dihadapanNya, dan bahwa kita tidak akan mengakui Tuhan di samping Tuhan Yang Maha Kuasa."
Meskipun bahaya-bahaya mengelilingi Nabi, dia hidup secara biasa. Dia tidak memiliki pengawal-pengawal dan berperang di medan perang, kadang-kadang di baris terdepan. Dia berjalan di jalan tengah malam dan tinggal tanpa penjagaan. Ada banyak kesempatan baik untuk membunuhnya, dan banyak percobaan telah dilakukan.
Beberapa percobaan pembunuhan di bawah ini akan saya sebutkan:
Pada suatu hari dia sedang tidur sendiri di bawah pohon, tidak jauh dari perkemahannya. Dia dibangunkan oleh suara! Dia melihat Durthur, prajurit musuh, sedang berdiri di hadapannya dengan mencabut pedang. "Hai Muhammad" dia berseru, "Siapa yang akan menyelamatkan anda?" "Tuhan" jawab Nabi. Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, Durthur menjatuhkan pedangnya, yang langsung dipegang oleh Nabi.
Lihat Juga :