Ramalan tentang Kehadiran Nabi Muhammad SAW di Bible Menurut Imam Chirri

Jum'at, 12 Januari 2024 - 08:13 WIB
Pernyataan ini menjanjikan bahwa Tuhan akan mengangkat seorang nabi dari antara saudara-saudara Israelite, bahwa nabi yang akan seperti Musa sendiri; bahwa Tuhan akan meletakkan kata-kataNya sendiri pada mulut nabi itu, dan bahwa nabi itu akan berbicara dengan nama Tuhan yang meletakkan kata-kata itu pada mulutnya.

Jadi perkiraan nabi ini mempunyai tiga gambaran, tak seorangpun dari mereka yang dapat mengenai melainkan Nabi Muhammad:

1. Nabi yang dijanjikan akan berasal dari saudara-saudara Israelites. Israelites dihubungkan hanya dengan orang-orang Arab. Tidak ada bangsa di dunia ini yang akan dinamai saudara-saudara Israelite kecuali orang-orang Arab, sebab Israelites adalah turunan Isaac (Ishak), dan orang-orang Arab adalah turunan Ismail, saudara Ishak.

2. Nabi itu akan seperti Musa. Musa adalah seorang nabi dari suatu peraturan baru dan dia adalah pemimpin keduniawian dan kerohanian untuk bangsanya. Lukisan ini hanya patut untuk Muhammad, di antara seluruh nabi-nabi yang datang setelah Musa. Tak seorangpun dari nabi-nabi itu, termasuk Jesus (Isa), dikirimkan dengan peraturan-peraturan yang baru.

Jesus mengikuti peraturan-peraturan Musa, dan tidak memperkenalkan hukum Agama yang baru. Juga ia tidak merupakan pemimpin yang sekular (keduniawian) bagi orang-orang Israel.

Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson

Selanjutnya, semua nabi-nabi itu, kecuali Muhammad, datang dari orang-orang Israel sendiri dan bukan dari saudara-saudara mereka.

3. Pernyataan itu menyatakan Nabi yang dijanjikan sebagai seorang Nabi yang tidak akan berbicara darinya sendiri. Kata-kata Tuhan akan diletakkan pada mulutnya.

Tak ada Nabi kecuali Muhammad yang telah menuntut bahwa bukunya berisikan kata-kata dari Tuhan. Musa sendiri menerima wahyu, tetapi dia menyampaikannya pesan-pesan itu dengan kata-katanya sendiri.

Apa yang kita baca pada lima buku-buku Musa dianggap menjadi kata-kata dari Musa, bukan kata-kata dari Tuhan. Seluruh buku-buku yang menurut Buku Perjanjian Lama adalah ditulis dan dikatakan oleh penulis-penulis manusia, dan demikian pula empat Injil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!