Bolehkah Puasa Rajab 1 Hari? Berapa Sebenarnnya Jumlah Puasa Sunnah Tersebut?
Jum'at, 12 Januari 2024 - 14:41 WIB
Berdasar penjelasan tersebut dapat disimpulkan jika puasa Rajab sebaiknya ditunaikan dalam beberapa hari saja. Namun jumlah harinya tidak ditentukan di sini.
Sehingga pada dasarnya umat muslim akan mengacu pada hari-hari utama ketika melakukan puasa sunnah. Hari-hari utama untuk melaksanakan puasa ini telah dijelaskan oleh Imam Ghazali.
Artinya: Hari utama dianjurkan puasa pada setiap pergantian bulan, yaitu hari awal, pertengahan, dan akhir bulan. Pertengahan bulan adalah ayyamul bidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15. Sementara (hari utama dianjurkan puasa) pada setiap pergantian pekan, yaitu Senin, Kamis, Jumat. Itu semua hari-hari utama yang dianjurkan untuk diisi dengan puasa dan memperbanyak amal baik lainnya karena kelipatan ganjarannya sebab keberkahan waktu utama tersebut. (Lihat Abu Hamid al-Ghazali, Ihya' Ulumiddin, [Kairo: Darus Syi'ib, tanpa catatan tahun], juz III, halaman: 432).
Dari penjelasan itu, maka hari-hari untuk menunaikan puasa Raja adalah di pertengahan atau waktu ayyamul bidh yakni tanggal 13, 14, dan 15 Rajab, atau akhir bulan Rajab.
Meski begitu, umat muslim juga dapat melaksanakan puasa sunnah Senin Kamis sembari berharap mendapat pahala puasa Raja dari Allah SWT.
Itulah jawaban untuk berapa hari puasa di bulan Rajab? Jawabannya terbagi menjadi dua pendapat, yang satu menyebut jika puasa diperbolehkan selama sebulan penuh dan pendapat lainnya menyebut jika puasa sunnah ini sebaiknya dilakukan dalam beberapa hari saja. Sehingga untuk jumlah harinya ini masih belum dapat dipastikan.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Rajab dan Dalilnya
Wallahu A'lam
Sehingga pada dasarnya umat muslim akan mengacu pada hari-hari utama ketika melakukan puasa sunnah. Hari-hari utama untuk melaksanakan puasa ini telah dijelaskan oleh Imam Ghazali.
وأما ما يتكرر في الشهر فأول الشهر وأوسطه وآخره ووسطه الأيام البيض وهي الثالث عشر والرابع عشر والخامس عشر وأما في الأسبوع فالإثنين والخميس والجمعة فهذه هي الأيام الفاضلة فيستحب فيها الصيام وتكثير الخيرات لتضاعف أجورها ببركة هذه الأوقات
Artinya: Hari utama dianjurkan puasa pada setiap pergantian bulan, yaitu hari awal, pertengahan, dan akhir bulan. Pertengahan bulan adalah ayyamul bidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15. Sementara (hari utama dianjurkan puasa) pada setiap pergantian pekan, yaitu Senin, Kamis, Jumat. Itu semua hari-hari utama yang dianjurkan untuk diisi dengan puasa dan memperbanyak amal baik lainnya karena kelipatan ganjarannya sebab keberkahan waktu utama tersebut. (Lihat Abu Hamid al-Ghazali, Ihya' Ulumiddin, [Kairo: Darus Syi'ib, tanpa catatan tahun], juz III, halaman: 432).
Dari penjelasan itu, maka hari-hari untuk menunaikan puasa Raja adalah di pertengahan atau waktu ayyamul bidh yakni tanggal 13, 14, dan 15 Rajab, atau akhir bulan Rajab.
Meski begitu, umat muslim juga dapat melaksanakan puasa sunnah Senin Kamis sembari berharap mendapat pahala puasa Raja dari Allah SWT.
Itulah jawaban untuk berapa hari puasa di bulan Rajab? Jawabannya terbagi menjadi dua pendapat, yang satu menyebut jika puasa diperbolehkan selama sebulan penuh dan pendapat lainnya menyebut jika puasa sunnah ini sebaiknya dilakukan dalam beberapa hari saja. Sehingga untuk jumlah harinya ini masih belum dapat dipastikan.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Rajab dan Dalilnya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :