4 Persiapan dan Bekal Diri Menjelang Ramadan
Sabtu, 03 Februari 2024 - 09:47 WIB
“أَتَاكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ. تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ. لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Ramadan telah datang kepada kalian. Bulan yang diberkahi. Allah ‘azza wa jalla telah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan jahat dibelenggu. Di dalamnya, Allah memiliki sebuah malam yang lebih baik dibanding seribu bulan. Barang siapa terhalang untuk meraih kebaikan malam itu, sesungguhnya ia benar-benar telah diharamkan (untuk mendapat kebaikan).” HR. Nasa’i dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albaniy.
3. Mempelajari hukum-hukum yang berkenaan dengan puasa Ramadan
Mulai dari cara yang benar dalam penentuan hari pertama bulan Ramadan. Batas awal mulai berpuasa; apakah sejak imsak atau dimulai sejak terbitnya fajar shadiq? Mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan ibadah yang mulia ini.Tentunya dengan melandaskan seluruh hukum tersebut di atas dalil-dalil dari al-Qur’an dan hadits yang sahih. Serta menghindari segala amalan yang hanya dilandaskan atas “katanya”, warisan nenek moyang atau sekedar mengikuti tradisi umum masyarakat.
4. Bertaubat kepada Allah Ta'ala
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh ibadah. Agar kita bisa bersemangat untuk menjalaninya, selain tentunya dengan taufik dari Allah ta’ala, kita perlu membersihkan diri dari kerak-kerak dosa. Sebab kotoran itu mengakibatkan kita malas beribadah. Cara membersihkannya adalah dengan bertaubat nasuha.Baca juga: 4 Doa Menyambut Ramadhan Lengkap Arab Latin dan Artinya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :