Pentingnya Bertawassul, Para Sahabat Nabi pun Melakukannya ketika Punya Hajat

Jum'at, 19 Januari 2024 - 08:48 WIB
Dengan perasaan sedih, Bilal bangun dari tidurnya dan bergegas mengendarai tunggangannya menuju Madinah. Lalu, Bilal mendatangi makam Nabi sambil menangis lantas meletakkan wajahnya di atas pusara Rasul. Selang beberapa lama, Hasan dan Husein (cucu Rasulullah) datang. Kemudian Bilal mendekap dan mencium keduanya. (Tarikh Damsyiq jilid 7 Halaman: 137, Usud al-Ghabah karya Ibnu Hajar: Tahdzibul Kamal jilid 4 Halaman 289, dan Siar A'lam an-Nubala’ karya Adz-Dzahabi Jilid 1 Halaman 358)

Bilal menganggap ungkapan Rasulullah dalam mimpinya sebagai teguran dari beliau, padahal secara zahir beliau telah wafat. Jika tidak demikian, mengapa sahabat Bilal datang jauh-jauh dari Syam menuju Madinah untuk menziarahi Rasulullah?

Apa yang dilakukan sahabat Bilal merupakan salah satu kesunnahan Tawassul. Mari kita lihat riwayat lain yang berkenaan dengan tawassul kepada orang yang meninggal:

Ketika bencana kekeringan terjadi di zaman kekhalifahan Umar bin Khattab. Salah seorang sahabat Nabi, Bilal bin Harits datang ke pusara Rasul dan mengatakan: "Wahai Rasulullah, mintakanlah hujan untuk umatmu karena mereka telah (banyak) yang binasa. Rasulullah menemuinya di dalam mimpi dan memberitahukannya bahwa mereka akan diberi hujan (oleh Allah)." (Kitab Fathul Bari jilid 2 halaman 398, dan as-Sunan al-Kubra jilid 3 halaman 351)

3.Tawassul dengan Menyebut Nama Rasulullah

Al-Haitsam bin Khanas meriwayatkan kesaksiannya sendiri: "Ketika aku datang kepada Abdullah bin Umar, kulihat ada seorang yang menderita kejang kaki (kaku hingga tidak dapat berjalan). Abdullah bin Umar berkata kepadanya: "Sebutlah orang yang paling kau cintai!" Orang yang kejang itu berseru: "Ya Muhammad! Saat itu juga aku melihat ia langsung dapat berjalan seperti orang yang terlepas dari belenggu".

Imam Mujahid meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abbas sebagai berikut: "Seorang yang menderita penyakit kejang kaki datang kepada Abdullah bin Abbas. Kepadanya Abdullah bin Abbas berkata: "Sebutlah orang yang paling kau cintai!" Orang itu lalu menyebut: "Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam!" Seketika itu juga lenyaplah penyakitnya. Ibnu Taimiyyah juga mengetengahkan riwayat ini dalam Kitabnya Al-Kalimut-Thayyib bab 47 halaman 165.

Demikian sekelumit kisah Para Sahabat melakukan tawassul ketika mereka punya Hajat. Allah mengabulkan doa mereka sesuai kehendak-Nya.

Baca juga: Tawasul : Pengertian, Jenis, Hukum dan Bacaan Doa

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!