Begini Profil Satelit Iran Soraya yang Dikhawatirkan Barat
Rabu, 24 Januari 2024 - 05:15 WIB
“Dengan peluncuran satelit penelitian Soraya, banyak subsistem yang dikembangkan oleh ISRC juga ditempatkan dalam kondisi pengujian orbital dan jalan bagi perkembangan pesat industri luar angkasa dalam negeri Iran menjadi lebih lancar,” kata ISRC.
Kementerian TIK juga menerbitkan foto-foto yang menunjukkan Soraya berbentuk kubik, seperti semua satelit Iran sebelumnya, dengan panel tenaga surya dan antena. Keakuratan posisi GPS satelit yang dilaporkan adalah 20 meter.
Dalam 16 tahun terakhir, Iran telah melakukan 9 peluncuran satelit yang berhasil dilakukan oleh kendaraan peluncur dalam negeri.
Sebagai seri terbaru, Soraya juga merupakan satelit keempat yang diluncurkan oleh divisi kedirgantaraan IRGC, sekaligus satelit sipil pertama mereka.
Pada bulan Agustus 2008 dan Februari 2009, peluncuran pertama satelit tiruan dan satelit operasional (Omid) yang berhasil dilakukan, menjadikan Iran anggota kelompok elit sembilan negara yang secara mandiri meluncurkan objek ke luar angkasa.
Baca juga: AS Yakin Peluncuran Satelit Iran Tak Sesuai Penggunaan Sipil
Dalam 6 tahun berikutnya, tiga peluncuran lagi dilakukan dengan roket pembawa berbahan bakar cair Safir-1 dari Pusat Luar Angkasa Imam Khomeini di provinsi Semnan, mengirimkan Rasad-1, Navid dan Fajr ke LEO.
Semua satelit ini dikirim ke orbit yang jauh lebih rendah dibandingkan Soraya dan misinya hanya berlangsung beberapa minggu, sedangkan umur Soraya diperkirakan tiga tahun.
Sejak tahun 2020, bersamaan dengan Badan Antariksa sipil Iran (ISA), IRGC telah mengembangkan program luar angkasanya sendiri dengan roket pembawa berbahan bakar padat dan Situs Roket Shahrud sebagai basisnya.
Pada bulan April 2020, Maret 2022 dan Oktober 2023, satelit militer IRGC Nour-1, Nour-2 dan Nour-3 masing-masing dikirim ke luar angkasa dengan roket pembawa Qased.
Masa operasionalnya diperkirakan dua tahun, jauh lebih lama dibandingkan satelit pertama, namun kurang dari satelit Soraya terbaru.
Kementerian TIK juga menerbitkan foto-foto yang menunjukkan Soraya berbentuk kubik, seperti semua satelit Iran sebelumnya, dengan panel tenaga surya dan antena. Keakuratan posisi GPS satelit yang dilaporkan adalah 20 meter.
Dalam 16 tahun terakhir, Iran telah melakukan 9 peluncuran satelit yang berhasil dilakukan oleh kendaraan peluncur dalam negeri.
Sebagai seri terbaru, Soraya juga merupakan satelit keempat yang diluncurkan oleh divisi kedirgantaraan IRGC, sekaligus satelit sipil pertama mereka.
Pada bulan Agustus 2008 dan Februari 2009, peluncuran pertama satelit tiruan dan satelit operasional (Omid) yang berhasil dilakukan, menjadikan Iran anggota kelompok elit sembilan negara yang secara mandiri meluncurkan objek ke luar angkasa.
Baca juga: AS Yakin Peluncuran Satelit Iran Tak Sesuai Penggunaan Sipil
Dalam 6 tahun berikutnya, tiga peluncuran lagi dilakukan dengan roket pembawa berbahan bakar cair Safir-1 dari Pusat Luar Angkasa Imam Khomeini di provinsi Semnan, mengirimkan Rasad-1, Navid dan Fajr ke LEO.
Semua satelit ini dikirim ke orbit yang jauh lebih rendah dibandingkan Soraya dan misinya hanya berlangsung beberapa minggu, sedangkan umur Soraya diperkirakan tiga tahun.
Sejak tahun 2020, bersamaan dengan Badan Antariksa sipil Iran (ISA), IRGC telah mengembangkan program luar angkasanya sendiri dengan roket pembawa berbahan bakar padat dan Situs Roket Shahrud sebagai basisnya.
Pada bulan April 2020, Maret 2022 dan Oktober 2023, satelit militer IRGC Nour-1, Nour-2 dan Nour-3 masing-masing dikirim ke luar angkasa dengan roket pembawa Qased.
Masa operasionalnya diperkirakan dua tahun, jauh lebih lama dibandingkan satelit pertama, namun kurang dari satelit Soraya terbaru.
Lihat Juga :