Hadis yang Menjelaskan Turunnya Isa bin Maryam Menjelang Kiamat
Jum'at, 26 Januari 2024 - 10:29 WIB
Hadis-hadis tentang turunnya Isa bin Maryam telah diriwayatkan dalam berbagai kitab. Ilustrasi: Ist
Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri menyebut Allah SWT mengutus Isa bin Maryam as setelah Dajjal keluar dan berbuat kerusakan di muka bumi.
Menurut Syaikh At-Tuwaijri dalam kitab Ringkasan Fiqih Islam Bab:Tauhid dan Keimanan, Isa turun ke bumi di sisi menara putih sebelah Timur Damaskus, meletakkan kedua telapak tangannya di atas sayap dua orang malaikat , lalu ia membunuh Dajjal , berhukum dengan hukum Islam , mematahkan salib, membunuh babi, meletakkan pajak, harta melimpah ruah dan hilangnya permusuhan.
"Dia menetap selama tujuh tahun dan tidak ada permusuhan di antara manusia. Kemudian ia meninggal dunia dan kaum muslimin mensalatkannya," tulis Syaikh At-Tuwaijri.
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menginterogasi Seorang Pencuri
Kemudian Allah SWT mengirim angin dingin yang baik dari arah Syam (Syria) maka tidak tersisa lagi seseorang di atas muka bumi yang di hatinya masih ada sedikit kebaikan atau iman melainkan ia mematikannya.
Dan tersisalah manusia-manusia yang jahat secepat burung (dalam melampiaskan syahwat dan kejahatannya) dan watak binatang buas (dalam kezaliman dan permusuhan). Melakukan persetubuhan sebagaimana yang dilakukan keledai. Kemudian setan memerintahkan mereka menyembah berhala, dan atas mereka terjadi hari kiamat.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Demi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diriku berada di Tangan-Nya, sudah dekat bahwa turun padamu Ibnu Maryam Alaihissallam sebagai pemimpin yang adil. Ia mematahkan salib, membunuh babi, meletakkan pajak, harta melimpah sehingga tidak ada seseorang yang menerimanya, sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan apa yang ada di dalamnya.”
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menghidupkan Kembali Putra Nabi Nuh
Menurut Syaikh At-Tuwaijri dalam kitab Ringkasan Fiqih Islam Bab:Tauhid dan Keimanan, Isa turun ke bumi di sisi menara putih sebelah Timur Damaskus, meletakkan kedua telapak tangannya di atas sayap dua orang malaikat , lalu ia membunuh Dajjal , berhukum dengan hukum Islam , mematahkan salib, membunuh babi, meletakkan pajak, harta melimpah ruah dan hilangnya permusuhan.
"Dia menetap selama tujuh tahun dan tidak ada permusuhan di antara manusia. Kemudian ia meninggal dunia dan kaum muslimin mensalatkannya," tulis Syaikh At-Tuwaijri.
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menginterogasi Seorang Pencuri
Kemudian Allah SWT mengirim angin dingin yang baik dari arah Syam (Syria) maka tidak tersisa lagi seseorang di atas muka bumi yang di hatinya masih ada sedikit kebaikan atau iman melainkan ia mematikannya.
Dan tersisalah manusia-manusia yang jahat secepat burung (dalam melampiaskan syahwat dan kejahatannya) dan watak binatang buas (dalam kezaliman dan permusuhan). Melakukan persetubuhan sebagaimana yang dilakukan keledai. Kemudian setan memerintahkan mereka menyembah berhala, dan atas mereka terjadi hari kiamat.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-:«وَالَّذِيْ نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابنُ مَرْيَمَ حَكَماً عَدْلاً، فَيَكْسِرَ الصّلِيبَ، وَيْقْتُلَ الخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الجِزْيَةَ، وَيَفِيضَ المَالُ حَتَّى لا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ، حَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الوَاحِدَةُ خَيْراً مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Demi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diriku berada di Tangan-Nya, sudah dekat bahwa turun padamu Ibnu Maryam Alaihissallam sebagai pemimpin yang adil. Ia mematahkan salib, membunuh babi, meletakkan pajak, harta melimpah sehingga tidak ada seseorang yang menerimanya, sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan apa yang ada di dalamnya.”
Baca juga: Kisah Nabi Isa Menghidupkan Kembali Putra Nabi Nuh
ثم يقول أبو هريرة رضي الله عنه: واقرؤا إن شئتم: وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا. متفق عليه
Lihat Juga :