Peringatan Buat Muslimah, Hati-hati dalam Membelanjakan Harta!
Jum'at, 26 Januari 2024 - 11:35 WIB
Ada peringatan buat kaum muslimah agar berhati-hati dalam membelanjakan hartanya, karena kelak di akhirat, bukan hanya amal yang akan dihisab tetapi juga segala barang yang kita miliki seperti koleksi pakaian, sepatu, dan lainnya. Foto ilustrasi/ist
Ada peringatan buat kaum muslimah agar berhati-hati dalam membelanjakan hartanya. Mengapa demikian? Karena kelak di akhirat, bukan hanya amal yang akan di- hisab tetapi juga segala barang yang kita miliki seperti koleksi pakaian, sepatu, dan lainnya.
Seperti diketahui, di antara sifat kebanyakan kaum wanita adalah senang berbelanja . Apalagi bila melihat ada diskon atau sale besar-besaran, keinginan hati untuk berbelanja tak pernah bisa ditahan. Padahal, jujur saja terkadang barang yang akan dibeli tidak terlalu dibutuhkan, hanya tergiur ulasan diskon atau sale yang diberikan.
Yang terjadi, akhirnya banyak barang yang menumpuk. Bahkan, banyak pula barang yang sudah dibeli malah tidak pernah dipakai, dan menjadi tidak memiliki manfaat.
Rasulullah Shallalahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR. Tirmidzi).
Terutama tentang harta , kelak kita akan ditanya dari mana harta yang kita peroleh, untuk apa harta tersebut, ini menjadi kalimat yang perlu digaris bawahi.
Islam tidak pernah melarang seorang muslimah untuk membelanjakan hartanya dengan apa yang mereka sukai. Namun, apakah harta yang kita belanjakan akan menuntun kita pada kebaikan, atau justru sebaliknya? Seperti contoh, kita menyukai sepatu, bahkan sampai mengoleksinya. Tanpa sadar, banyak waktu yang tersita untuk memandangi atau merawat sepatu tersebut. Bukanlah hal tersebut sama saja dengan menghabisan waktu untuk hal yang sia-sia?
Selain itu, Islam pun mengajarkan untuk tidak boros dan mubazir. Sebisa mungkin kita harus menjauhi kedua sifat tersebut. Sebab, boros dan mubazir lebih dekat pada setan. Belajarlah untuk membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan yang memang bermanfaat. Sehingga kita tidak menumpuknya. Daripada barang-barang tersebut dibiarkan menumpuk, agar menjadi bermanfaat, lebih baik disedekahkan kepada orang yang lebih membutuhkan . Bukankah lebih baik menumpuk pahala daripada menumpuk barang-barang yang tak terpakai?
Allah Ta'ala berfirman :
“.....Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (35) Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.” (QS. At-Taubah : 34-35).
Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
Seperti diketahui, di antara sifat kebanyakan kaum wanita adalah senang berbelanja . Apalagi bila melihat ada diskon atau sale besar-besaran, keinginan hati untuk berbelanja tak pernah bisa ditahan. Padahal, jujur saja terkadang barang yang akan dibeli tidak terlalu dibutuhkan, hanya tergiur ulasan diskon atau sale yang diberikan.
Yang terjadi, akhirnya banyak barang yang menumpuk. Bahkan, banyak pula barang yang sudah dibeli malah tidak pernah dipakai, dan menjadi tidak memiliki manfaat.
Rasulullah Shallalahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR. Tirmidzi).
Terutama tentang harta , kelak kita akan ditanya dari mana harta yang kita peroleh, untuk apa harta tersebut, ini menjadi kalimat yang perlu digaris bawahi.
Islam tidak pernah melarang seorang muslimah untuk membelanjakan hartanya dengan apa yang mereka sukai. Namun, apakah harta yang kita belanjakan akan menuntun kita pada kebaikan, atau justru sebaliknya? Seperti contoh, kita menyukai sepatu, bahkan sampai mengoleksinya. Tanpa sadar, banyak waktu yang tersita untuk memandangi atau merawat sepatu tersebut. Bukanlah hal tersebut sama saja dengan menghabisan waktu untuk hal yang sia-sia?
Selain itu, Islam pun mengajarkan untuk tidak boros dan mubazir. Sebisa mungkin kita harus menjauhi kedua sifat tersebut. Sebab, boros dan mubazir lebih dekat pada setan. Belajarlah untuk membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan yang memang bermanfaat. Sehingga kita tidak menumpuknya. Daripada barang-barang tersebut dibiarkan menumpuk, agar menjadi bermanfaat, lebih baik disedekahkan kepada orang yang lebih membutuhkan . Bukankah lebih baik menumpuk pahala daripada menumpuk barang-barang yang tak terpakai?
Allah Ta'ala berfirman :
(35) يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْأَحْبَارِ وَٱلرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۗ وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ
يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ
“.....Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (35) Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.” (QS. At-Taubah : 34-35).
Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
Lihat Juga :