Baca Doa Mustajab Ini di Hari Jumat, Rezeki Mengalir Deras

Jum'at, 23 Februari 2024 - 09:45 WIB
Hari Jumat merupakan waktu mustajab dikabulkannya doa, karena itu tidak akan rugi bila kita mengamalkan doa tentang kecukupan rezeki halal dan kekayaan ini. Foto ilustrasi/ist
Hari Jumat merupakan waktu mustajab dikabulkannya doa, karena itu tidak akan rugi bila kita mengamalkan doa tentang kecukupan rezeki halal dan kekayaan ini. Doa ini pun direkomendasikan dai kondang Ustaz Adi Hidayat.

Doa tersebut adalah doa “Allahummakfini Bihalalika An Haramika”. Kemustajaban doa ini dipercaya mampu mengubah nasib sesoorang.

Adapun doa “Allahummakfini Bihalalika An Haramika” bisa dibaca setelah salat Jumat atau bada Jumat bagi laki-laki. Bagi perempan, maka dianjurkan untuk membacanya selepas ashar.

"Bagi antum yang laki-laki bacakan doa itu setelah salat Jum'at, ibu-ibu boleh bacakan ba'da (setelah) ashar menjelang ke maghrib. Bacakan itu minta kepada Allah," saran Ustad Adi Hidayat dalam salah satu tayangan kajiannya di laman TikTok @dinzhijrah.

Berikut doa lengkapnya :

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ


Allahummakfini bi halalika 'an haramika wa aghniniy bi fadhlika 'amman siwaka.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

Doa ini sangat mengandung harapan yang sangat tinggi dan berisi kalimat pengharap yang indah. Poin pentignya adalah meminta rezeki yang halal sehingga dijauhkan dengan rezeki halal. Kemudian meminta kekayaan agar tidak menyusahkan orang lain.



Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:  Itu adalah shalatnya orang-orang munafik, itu adalah shalatnya orang-orang munafik, itu adalah shalatnya orang-orang munafik.  Salah seorang dari mereka duduk hingga sinar matahari telah menguning, tatkala itu ia sedang berada di antara dua tanduk setan atau pada dua tanduk setan.  Maka dia bengkit untuk shalat, dia shalat empat rakaat dengan sangat cepat (seperti burung mematuk makanan),  dia tidak mengingat Allah padanya kecuali sangat sedikit.

(HR. Sunan Abu Dawud No. 350)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More