Prinsip-Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang Iman

Selasa, 27 Februari 2024 - 16:52 WIB
Bukan pula iman itu hanya satu keyakinan dalam hati atau perkataan dan keyakinan tanpa amal perbuatan, karena yang demikian adalah keimanan golongan Murjiah, Allah sering kali menyebut amal perbuatan termasuk iman sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

Baca juga: Prinsip-Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang Iman kepada Hari Kiamat

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ٢ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ٣ أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا


Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah meraka yang apabila ia disebut nama Allah bergeter hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambahlah imannya dan kepada Allah-lah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan apa-apa yang telah dikaruniakan kepada mereka, merekalah orang-orang mukmin yang sebenarnya“. [QS Al Anfaal/8 : 2-4].

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ


“Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian“. [ QS Al Baqarah/2 : 143].

Baca juga: Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang Iman kepada para Malaikat
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!