Prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah tentang Sahabat dan Kerabat Nabi Muhammad SAW

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:15 WIB
“Sesungguhnya aku mengingatkan kalian dengan ahli baitku”

Baca juga: Iman kepada Takdir dalam Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Sedang yang termasuk ahli bait (keluarga) beliau adalah istri-istrinya sebagai ibu kaum mukminin. Dan sungguh Allah telah berfirman tentang mereka setelah menegur mereka:

نِسَاءَ النَّبِيِّ


Wahai istri-istri Nabi …” [ QS Al Ahzaab/33 : 32].

Kemudian mengarahkan nasihat-nasihat kepada mereka dan menjanjikan mereka dengan pahala yang besar, Allah berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرً


Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, hai ahlul bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya“. [ QS Al Ahzaab/33 : 33].

Pada dasarnya ahlul bait itu adalah saudara-saudara dekat NabiSAWdan yang dimaksudkan di sini khususnya adalah yang saleh di antara mereka. Sedang saudara-saudara dekat yang tidak saleh, seperti pamannya, Abu Lahab, maka mereka tidak memiliki hak. Allah berfirman:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ


Celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan sungguh celaka dia.” [ QS Al Lahab/111 : 1].

Baca juga: Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah: Tidak Mengafirkan Sesama Muslim
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!