Adab Membaca Al Qur'an saat Tadarus di Bulan Ramadan, Yuk Amalkan!
Kamis, 07 Maret 2024 - 14:30 WIB
Menghadap ke arah kiblat juga merupakan hal yang utama ketika seseorang membaca kitab ataupun murajaah hafalan.
“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca al-Quran, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)
Orang yang sedang membaca al-Quran jika mengucapkan sepatah kata kepada orang lain, menjawab salam misalnya, maka ia mengulang kembali bacaan ta‘awudhnya sebelum melanjutkan kembali membaca al-Quran.
Membaca ta‘awudh juga dengan suara yang nyaring dan tartil, sebagaimana membaca ayat-ayat al-Quran.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,
“Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzzammil: 4)
Janganlah membaca al-Quran dengan tergesa-gesa. Bacalah dengan perlahan sambil menghayati maknanya.
Selain membaca dengan tartil, adab membaca al-Quran lainnya ialah memberikan hak-hak setiap huruf yang dibaca sesuai dengan kaidah dalam ilmu tajwid, dan juga membaguskan suara bacaan al-Quran.
“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Al-Mā`idah: 118)
Demikianlah adab-adab membaca al-Quran, baik adab-adab yang berkaitan dengan hati maupun yang berkaitan dengan anggota badan. Semoga bermanfaat
Baca juga: Keutamaan Tadarus Al-Qur'an Berjamaah di Malam Ramadan
Wallahu A'lam
5. Bersiwak sebelum membaca Al-Quran
Sunah hukumnya bersiwak sebelum membaca al-Quran. Sebagai bentuk penghormatan menjaga kesucian.6. Membaca ta‘awudh sebelum membaca Al-Quran
Sunah hukumnya membaca ta‘awudh sebelum membaca al-Quran, berdasarkan firman Allah Ta’ala,فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca al-Quran, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)
Orang yang sedang membaca al-Quran jika mengucapkan sepatah kata kepada orang lain, menjawab salam misalnya, maka ia mengulang kembali bacaan ta‘awudhnya sebelum melanjutkan kembali membaca al-Quran.
Membaca ta‘awudh juga dengan suara yang nyaring dan tartil, sebagaimana membaca ayat-ayat al-Quran.
7. Membaca Al-Quran dengan tartil dan memperhatikan tajwid
Sunah hukumnya membaca al-Quran dengan tartil, yakni perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa.Allah subhanahu wata’ala berfirman,
اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ
“Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzzammil: 4)
Janganlah membaca al-Quran dengan tergesa-gesa. Bacalah dengan perlahan sambil menghayati maknanya.
Selain membaca dengan tartil, adab membaca al-Quran lainnya ialah memberikan hak-hak setiap huruf yang dibaca sesuai dengan kaidah dalam ilmu tajwid, dan juga membaguskan suara bacaan al-Quran.
8. Diperbolehkan mengulang-ulang satu ayat tertentu
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkisah bahwa ketika Nabi shalat pada suatu malam, beliau mengulang-ulang satu ayat hingga tiba waktu pagi. Ayat tersebut ialah,اِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَاِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۚوَاِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Al-Mā`idah: 118)
9. Menangis ketika membaca Al-Quran
Adab membaca al-Quran yang terakhir adalah menangis ketika membaca al-Quran atau memaksakan diri untuk menangis bagi orang yang tidak bisa menangis. Hal ini hukumnya sunah.Demikianlah adab-adab membaca al-Quran, baik adab-adab yang berkaitan dengan hati maupun yang berkaitan dengan anggota badan. Semoga bermanfaat
Baca juga: Keutamaan Tadarus Al-Qur'an Berjamaah di Malam Ramadan
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :