Hukum Tidur Siang di Bulan Ramadan, Begini Penjelasannya

Sabtu, 08 Maret 2025 - 10:27 WIB
Agar tidur di bulan Ramadan ini bisa menjadi pahala, perlu diperhatikan syarat-syaratnya salah satunya diniatkan untuk menghindar dari hal-hal yang tidak berguna atau malah menjadi maksiat. Foto ilustrasi/ist
Tidur siang atau tidur qailulah merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW dan merupakan amalan ringan ladang pahala. Pertanyaannya, bolehkah tidur di siang hari ketika kita berpuasa?

Agar tidur di bulan Ramadan ini bisa menjadi pahala, perlu diperhatikan syarat-syaratnya salah satunya diniatkan untuk menghindar dari hal-hal yang tidak berguna atau malah menjadi maksiat.

Para ulama biasa menjelaskan suatu kaedah bahwa setiap amalan yang statusnya mubah (seperti makan, tidur dan berhubungan suami istri) bisa mendapatkan pahala dan bernilai ibadah apabila diniatkan untuk melakukan ibadah.

Sebagaimana Imam An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan, “Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran).”

Jadi tidur yang bernilai ibadah jika tidurnya adalah demikian. Menjalankan puasa jelas merupakan sebuah ibadah, maka tidur pada saat berpuasa yang bertujuan agar lebih bersemangat dalam manjalankan ibadah terhitung sebagai ibadah. Fadhilah ini tidak berlaku tatkala seseorang tidurnya diniatkan untuk bermalas-malasan dan meninggalkan ibadah.

Selain itu, tidur juga merupakan salah satu sunnah yang dijalankan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam yang tentunya bisa kita contoh. Dalil yang menganjurkan tidur qailulah (tidur siang) adalah hadis dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim).

Dalam ‘Umdah Al-Qari sebagaimana disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 34: 130, hukum tidur qailulah adalah sunnah. Menurut penilaian ulama berarti tidur siang itu tidak wajib. Artinya tidak sampai berdosa kalau ditinggalkan, tinggal siapa yang mampu dan punya kesempatan menunaikannya.

Baca juga: Sunnah-sunnah Mengawali Hari agar Penuh Berkah

4 Amalan Tidur Sesuai Sunnah Rasul

Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasulullah tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam untuk menunaikan salat. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam, lalu salat. (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 1146 dan Muslim, no. 739]

Selain itu, ada beberapa sunnah yang dilakukan oleh beliau sebelum tidurnya. Di antaranya adalah:

1. Tidur dalam keadaan berwudhu.

Hal ini berdasarkan hadis Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!