Mengapa Allah Merahasiakan Malam Lailatul Qadar? Begini Penjelasannya
Sabtu, 30 Maret 2024 - 09:40 WIB
Dia menyembunyikan wali-wali-Nya agar manusia tidak bergantung pada mereka dalam berdoa. Sebaliknya, berusaha sendiri dengan penuh keikhlasan dalam berdoa untuk mendapatkan sesuatu dari-Nya. Karena Allah menerima segala dosa orang yang bersungguh-sungguh dan tidak mudah putus asa.
Dia menyembunyikan masa mustajab doa pada hari Jumat supaya kita berusaha sepanjang harinya. Begitu juga, Allah menyembunyikan penerimaan tobat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita senantiasa segera untuk bertaubat.
Demikian juga dengan penyembunyian malam Lailatul Qadar, agar kita membesarkan dan menghidupkan keseluruhan malam Ramadan dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Bukan sekadar menunggu malam Lailatul Qadar untuk beribadah dan berdoa.
Inilah yang menyebabkan peyakit besar yang menimpa umat Islam sehingga menyebabkan malam-malam Ramadan sepi, karena mereka hanya menanti malam yang dianggap malam lailatul qadar saja untuk beribadah.
Mengejar kelebihan Lailatul Qadar yang tidak mengetahui masanya menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadan itu sendiri yang hanya datang satu tahun sekali.
Beruntunglah orang yang menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan amal saleh. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berpesan:
Artinya: "Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Al-Bukhari No 1901)
Baca juga: Apakah Malam Lailatul Qadar hanya Diberikan Allah pada Umat Islam?
Wallahu A'lam
Dia menyembunyikan masa mustajab doa pada hari Jumat supaya kita berusaha sepanjang harinya. Begitu juga, Allah menyembunyikan penerimaan tobat dan amalan yang telah dilakukan supaya kita senantiasa segera untuk bertaubat.
Demikian juga dengan penyembunyian malam Lailatul Qadar, agar kita membesarkan dan menghidupkan keseluruhan malam Ramadan dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Bukan sekadar menunggu malam Lailatul Qadar untuk beribadah dan berdoa.
Inilah yang menyebabkan peyakit besar yang menimpa umat Islam sehingga menyebabkan malam-malam Ramadan sepi, karena mereka hanya menanti malam yang dianggap malam lailatul qadar saja untuk beribadah.
Mengejar kelebihan Lailatul Qadar yang tidak mengetahui masanya menyebabkan kita terlepas dengan kelebihan Ramadan itu sendiri yang hanya datang satu tahun sekali.
Beruntunglah orang yang menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan amal saleh. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berpesan:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR Al-Bukhari No 1901)
Baca juga: Apakah Malam Lailatul Qadar hanya Diberikan Allah pada Umat Islam?
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :