Kisah Penaklukan Azerbaijan di Era Khalifah Umar bin Khattab

Senin, 29 April 2024 - 10:57 WIB
Ketika itulah Utbah berunding dengan Isfandiar dan ia memberikan surat jaminan keamanan bagi penduduk Azerbaijan dan sekelilingnya, termasuk daerah dataran, pegunungan sampai ke perbatasannya, termasuk masyarakat kelompok-kelompok agama dan para pemeluknya serta upacara-upacara keagamaannya - selama mereka membayar jizyah ala kadarnya.

Haekal mengatakan memang wajar sekali bila pasukan Muslimin terus mengejar mereka di bagian utara Persia supaya tak ada lagi perlawanan.

Di Laut Kaspia yang di sisi Azerbaijan terdapat sebuah bandar yang disebut Bab atau Bab al-Abwab yang sudah diperkuat dengan benteng, di pintu masuk dipasang rantai-rantai yang tak mungkin ada kapal dapat keluar atau masuk tanpa izin.

Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kesedihan Khalifah Umar Atas Syahidnya Nu'man

Kepala Bab itu bernama Syaharbaraz. Setelah mengetahui kedatangan pasukan Muslimin, ia menulis surat kepada komandannya, Abdur-Rahman bin Rabi'ah meminta perlindungan, kemudian setelah menemuinya ia berkata:

"Saya berhadapan dengan musuh yang keras dan terdiri dari berbagai suku bangsa, dan saya samasekali bukan orang Qabaj dan bukan orang Armenia. Kalian sudah mengalahkan negeri saya dan golongan saya, tetapi saya dari kalian dan akan membantu kalian, dan jizyah saya di tangan kalian; kemenangan ada pada kalian dan kalian dapat tinggal sekehendak kalian. Janganlah kami direndahkan dengan membayar jizyah yang berarti kalian merendahkan saya di mata musuh kalian."

Abdur-Rahman mengirim orang ini kepada Suraqah bin Amr. Ketika itu ia adalah panglima pasukan. Tetapi sesudah Syaharbaraz mengulangi kata-katanya itu Abdur-Rahman dapat menerima dan membebaskannya dari tugas dengan pasukan Muslimin dalam memerangi musuh. Tetapi orang yang tinggal dan tidak ikut bertempur akan mendapat sanksi.

Ini sudah dijadikan ketentuan buat orang yang memerangi kaum musyrik. Suraqah sudah membuat laporan kepada Umar bin Khattab mengenai hal ini dan ia mengizinkan dan menerimanya dengan baik.

Selesai dengan Bab itu Suraqah dan kekuatan bersenjatanya menuju ke pegunungan di sekitarnya. Penduduk daerah ini setuju membayar jizyah tanpa perang; kecuali daerah Mukan yang masih bertahan dari Bakir. Tetapi sesudah penduduknya didobrak, kembali mereka mau membayar jizyah.

Dalam pada itu Suraqah sudah meninggal dan digantikan oleh Abdur-Rahman bin Rabi'ah. Kemudian Abdur-Rahman berangkat hendak menyerbu Turki. Tetapi Syaharbaraz berkata: "Kita ingin mereka akan mengundang kita, selain Bab."

Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Nu'man Syahid tapi Pasukan Muslim Menang

Abdur-Rahman menjawab: "Tetapi kami tidak menginginkan itu dari mereka sebelum kami datang ke tempat mereka sendiri. Kami mempunyai sahabat-sahabat, kalau pemimpin kami mengizinkan kami pasti kami mampu mencapai Rumawi!"

Ketika pemimpin Persia itu menanyakan, siapa sahabat-sahabat itu, dijawab: "Sahabat-sahabat yang bersama-sama dengan Rasulursia yang lain, yang terletak di balik Irak-Persia, ke timur dan ke selatan itu tidak memberikan bala bantuan kepada utara."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!