Amalan dan Keutamaan Bulan Dzulqa'dah
Selasa, 07 Mei 2024 - 12:30 WIB
أفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم. وأفضلها المحرم، ثم رجب، ثم الحجة، ثم القعدة، ثم شهر شعبان
Artinya; Bulan paling utama untuk melakukan puasa setelah bulan Ramadan adalah bulan-bulan yang dimuliakan. Paling utamanya bulan-bulan haram untuk melakukan puasa adalah bulan Muharram, kemudian Rajab, Zulhijjah, Dzulqa‘dah, dan terakhir bulan Sya’ban.
Dalam kitab I’anah ath Thalibin, dijelaskan bahwa puasa di bulan haram (Dzulqa’dah), termasuk puasa sunah yang dianjurkan setelah puasa Ramadan. Terdapat keutamaan besar bagi orang yang melaksanakan ibadah.
Abu Bakar Ad Dimyati berkata;
أَفْضَلُ الشُّهُوْرِ لِلصَّوْمِ بَعْدَ رَمَضَانَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ وَأَفْضَلُهَا الْمُحَرَّمُ، ثُمَّ رَجَبَ ثُمَّ الْحِجَّةُ ثُمَّ الْقَعْدَةُ
“Bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah bulan Ramadan adalah Al-Asyhur al-Ḥurum. Dan, yang paling utama dari keempatnya adalah bulan Muharram, Rajab, Dzulhijah, kemudian Dzulqa’dah.
3. Umrah
Amalan sunah yang bisa dilakukan di bulan Dzulqa’dah adalah melaksanakan umrah. Saat masih hidup, Nabi Muhammad pada Dzulqa’dah selalu melazimi melaksanakan ibadah umrah. Inilah salah satu ibadah yang selalu dilaksanakan Rasulullah.Imam Bukhari meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik, dalam sebuah Riwayat hadis: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji” (HR Bukhari).
Baca juga: Asal-usul Penamaan Zulkaidah, Bulan Pertama dari 4 Bulan Haram
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :