Kisah Haji Rasulullah yang Ternyata Menjadi Pertama dan Terakhir
Jum'at, 10 Mei 2024 - 12:57 WIB
Tatkala rombongan itu sampai di Sarif - suatu tempat antara jalan Mekkah dan Madinah Nabi Muhammad SAW berkata kepada sahabat-sahabatnya:
"Barangsiapa di antara kamu tidak membawa binatang kurban dan ingin menjadikan (ihram) ini sebagai umrah, lakukanlah; tetapi yang membawa binatang kurban jangan."
Pada saat jamaah haji sudah sampai di Mekkah pada hari keempat Zulhijjah, Rasulullah SAW cepat-cepat menuju Kakbah diikuti oleh kaum Muslimin yang lain.
Kemudian beliau menyentuh hajar aswad dan menciumnya, lalu bertawaf di Kakbah sebanyak tujuh kali dan pada tiga kali yang pertama beliau berlari-lari seperti yang dilakukan pada waktu 'umrat'l-qadza'.
Setelah melakukan sholat di Maqam Ibrahim beliau kembali dan sekali lagi mencium hajar aswad. Kemudian beliau keluar dari mesjid itu menuju ke sebuah bukit di Shafa, lalu melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa.
Kurban dalam Haji
Selanjutnya Nabi Muhammad berseru supaya barangsiapa tidak membawa ternak kurban untuk disembelih, jangan terus mengenakan pakaian ihram. Ada beberapa orang yang masih ragu-ragu. Atas sikap yang masih ragu-ragu ini, Rasulullah SAW bersabda:
"Apa yang kuperintahkan, lakukanlah."
Baca juga: Khutbah Terakhir Rasulullah yang Menggetarkan Hati Saat Haji Wada
Dalam keadaan masih gusar itu Nabi Muhammad SAW memasuki kubahnya, sehingga Aisyah bertanya: "Kenapa jadi marah?"
"Bagaimana takkan marah, aku memerintahkan sesuatu tidak dijalankan."
Ketika ada salah seorang sahabat menemuinya ia masih dalam keadaan marah. "Rasulullah," katanya, "orang yang membuat tuan jadi marah akan masuk neraka."
"Barangsiapa di antara kamu tidak membawa binatang kurban dan ingin menjadikan (ihram) ini sebagai umrah, lakukanlah; tetapi yang membawa binatang kurban jangan."
Pada saat jamaah haji sudah sampai di Mekkah pada hari keempat Zulhijjah, Rasulullah SAW cepat-cepat menuju Kakbah diikuti oleh kaum Muslimin yang lain.
Kemudian beliau menyentuh hajar aswad dan menciumnya, lalu bertawaf di Kakbah sebanyak tujuh kali dan pada tiga kali yang pertama beliau berlari-lari seperti yang dilakukan pada waktu 'umrat'l-qadza'.
Setelah melakukan sholat di Maqam Ibrahim beliau kembali dan sekali lagi mencium hajar aswad. Kemudian beliau keluar dari mesjid itu menuju ke sebuah bukit di Shafa, lalu melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa.
Kurban dalam Haji
Selanjutnya Nabi Muhammad berseru supaya barangsiapa tidak membawa ternak kurban untuk disembelih, jangan terus mengenakan pakaian ihram. Ada beberapa orang yang masih ragu-ragu. Atas sikap yang masih ragu-ragu ini, Rasulullah SAW bersabda:
"Apa yang kuperintahkan, lakukanlah."
Baca juga: Khutbah Terakhir Rasulullah yang Menggetarkan Hati Saat Haji Wada
Dalam keadaan masih gusar itu Nabi Muhammad SAW memasuki kubahnya, sehingga Aisyah bertanya: "Kenapa jadi marah?"
"Bagaimana takkan marah, aku memerintahkan sesuatu tidak dijalankan."
Ketika ada salah seorang sahabat menemuinya ia masih dalam keadaan marah. "Rasulullah," katanya, "orang yang membuat tuan jadi marah akan masuk neraka."
Lihat Juga :